Banda Aceh (ANTARA) - Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser menyatakan satu individu orang utan sumatra (Pongo abelii) di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser melahirkan anak.
Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser Subhan di Banda Aceh, Kamis, mengatakan kelahiran anak orang utan tersebut dilaporkan petugas Resor Bukit Lawang.
"Orang utan yang melahirkan anak tersebut bernama Pesek. Anak yang dilahirkan Pesek tersebut merupakan yang ketujuh. Kelahiran anak Pesek menambah populasi orang utan sumatra di Taman Nasional Gunung Leuser," katanya.
Subhan mengatakan Pesek melahirkan di kawasan Jalur Trail 1 Kayu Putih Taman Nasional Gunung Leuser pada Selasa (24/3) sekitar pukul 13.00 WIB.
"Jenis kelamin anak orang utan tersebut belum teridentifikasi. Namun, berdasarkan pengecekan awal di lapangan, kondisi induk dan anak dalam keadaan sehat," kata Subhan.
Baca juga: Kemenhut lepasliarkan 2 individu orang utan di TN Betung Kerihun
Subhan mengatakan Pesek merupakan individu rehabilitan yang kini hidup liar di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser. Pesek diterima di pusat rehabilitasi pada 1993. Saat itu, usianya diperkirakan sekitar lima tahun saat diserahkan masyarakat dari Binjai, Sumatera Utara.
"Saat ini, usia Pesek diperkirakan mencapai 38 tahun. Pesek telah melahirkan sebanyak tujuh kali. Petugas Balai Besok Taman Nasional Gunung Leuser bersama mitra akan memantau untuk memastikan perkembangan induk dan anak di habitat alaminya," kata Subhan.
Riwayat kelahiran anak-anak Pesek antara lain bernama April yang lahir pada April 1997, Hirim lahir pada 25 Agustus 2001 dan mati pada 2002.
Berikutnya, Alam, lahir pada 25 Agustus 2004, Wati, lahir pada 4 Agustus 2004, Valentino, lahir pada 7 Februari 2013, Pandemik, lahir pada 20 Februari 2020, serta yang terakhir lahir pada 24 Maret 2026 dan belum diberi nama.
Baca juga: Bayi orang utan lahir di pusat reintroduksi cagar alam Aceh Besar
"Kelahiran individu orang utan dari induk rehabilitan yang telah mampu beradaptasi dan berkembang biak di alam liar menjadi indikator penting keberhasilan upaya rehabilitasi satwa serta perlindungan habitat di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser," kata Subhan.
Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































