Jakarta (ANTARA) - Institut Teknologi Bandung (ITB) masuk ke dalam jajaran "Top 100" QS World University Rankings (WUR) by Subject 2026, dengan empat bidang keilmuan yang berhasil masuk ke 150 besar dunia.
Keempat bidang tersebut yaitu Mineral & Mining Engineering dan Petroleum Engineering pada klaster peringkat 51–100 dunia, serta Architecture & Built Environment dan Art & Design pada klaster 101–150 dunia.
"Hasil ini menunjukkan konsistensi ITB untuk terus menjadi perguruan tinggi Indonesia yang hadir dalam persaingan akademik tingkat dunia," kata Rektor ITB Tatacipta Dirgantara dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Tata menjelaskan ITB juga mencatat hasil yang baik pada Chemical Engineering yang berada di peringkat 201–250 dunia serta Civil Engineering di peringkat 201–275 dunia.
Perkembangan positif ITB, lanjut dia, juga terlihat pada kategori Broad Subject Areas. Tahun ini, Engineering & Technology menempati peringkat 216 dunia (naik dari 282), menjadi broad subject dengan posisi tertinggi bagi ITB.
Sementara itu, ungkap Tata, bidang ilmu Computer Science & Information Systems meningkat dari klaster 551-600 ke 451-500, Business & Management Studies meningkat dari klaster 451-500 ke 401-450, serta Agriculture & Forestry pada klaster 351-400.
Selanjutnya, Arts & Humanities berada pada peringkat 345 dunia (meningkat dari klaster 451–500), serta Natural Sciences peringkat 374 (meningkat dari 401–450), juga Social Sciences & Management di peringkat 374 dunia (meningkat dari klaster 451–500).
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika dan unsur pendukung institusi yang terus bergerak bersama dalam memperkuat posisi ITB di tingkat global.
Menurutnya, berbagai capaian yang diraih ITB hingga saat ini merupakan hasil kerja bersama yang perlu terus dijaga dan diperkuat sejalan dengan arah pengembangan institusi.
"Berbagai capaian ini tidak hadir secara instan, melainkan merupakan buah dari kerja bersama seluruh elemen ITB. Kami memandang hasil ini sebagai momentum untuk terus memperkuat sinergi untuk meningkatkan reputasi akademik dan riset, serta memastikan transformasi ITB berjalan secara konsisten dan berdampak," ucap Tatacipta Dirgantara.
Diketahui, sejumlah bidang ilmu dari ITB juga turut menempati peringkat pertama di Indonesia, di antaranya Architecture & Built Environment, Art & Design, Engineering – Chemical, Engineering – Civil & Structural, Engineering – Electrical & Electronic, dan Engineering – Mechanical, Aeronautical & Manufacturing.
Selanjutnya, Engineering – Mineral & Mining, Petroleum Engineering, Chemistry, Environmental Sciences, Materials Sciences, Mathematics, serta Physics & Astronomy.
Baca juga: KPPTI 2025 bisa jawab tantangan Prabowo soal PTN Top 100 Dunia
Baca juga: Kemenperin-ITB kerja sama pemurnian silika-grafit pacu industrialisasi
Baca juga: Empat kampus digandeng Kementerian ESDM eksplorasi Minerba Indonesia
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































