Pram-Rano akui belum bisa atasi banjir, macet dan kemiskinan di DKI

2 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Rano Karno mengakui masih ada tiga persoalan utama di Jakarta yang belum sepenuhnya terselesaikan yakni banjir, kemacetan, dan kemiskinan.

“Memang persoalan-persoalan dasar masih ada. Kemacetan masih ada, banjir masih ada, kemudian persoalan polusi masih ada. Dan itu yang ingin minimal bisa dikurangi dari apa yang terjadi saat ini,” kata Pramono dalam acara bertajuk “Satu Tahun Membangun Jakarta Dari Bawah” di Taman Bendera Pusaka, Jumat.

Dalam acara tersebut, Rano Karno juga menyebut tahun pertama kepemimpinannya bersama Pramono difokuskan pada program percepatan atau quick win.

Dari 40 program yang dicanangkan, ia mengklaim sekitar 97 persen telah diselesaikan. Namun, ia mengakui capaian tersebut belum terasa maksimal karena pemerintah masih berada pada tahap peletakan fondasi kebijakan.

“Memang tadi saya sama Pak Gub sendiri bertanya. Nggak berasa ya sudah satu tahun, Bang. Kayaknya kita belum mulai apa-apa ini. Kita baru mengerjakan yang kita bilang Quick Win Program. Dari 40 program, alhamdulillah mungkin 97 persen selesai,” papar Rano.

Baca juga: DKI klaim realisasikan sebagian besar Program “Quick Wins“

Pada periode 2025 menjadi fase awal percepatan program prioritas, sementara tahun 2026 menjadi tahap penting karena pemerintah mulai menjalankan agenda pembangunan secara penuh melalui perencanaan anggaran daerah.

Untuk mengatasi permasalahan banjir, kata dia, Pemprov DKI mulai mengawali normalisasi dengan pembebasan lahan di sejumlah titik di bantaran Sungai Ciliwung.

Rano meminta warga yang tinggal di bantaran sungai bekerja sama agar program pengendalian banjir dapat berjalan efektif.

“Saya berharap masyarakat Ciliwung yang terkena, kita bisa bekerja sama. Artinya kalau kita nggak bisa kerja sama, sulit bagi kita untuk bisa menyelesaikan masalah banjir di Jakarta,” kata Rano.

Untuk kemacetan, Pemprov DKI berencana menambah armada dan jalur transportasi umum. Selain itu, kerja sama dengan pemerintah daerah sekitar Jakarta juga diperkuat dengan hadirnya Transjabodetabek.

Menurut Rano, kepadatan lalu lintas terutama terjadi pada jam sibuk pagi dan sore hari, sehingga penguatan layanan transportasi publik menjadi prioritas.

Baca juga: Usai lantik pejabat, Pram berpesan bakal kebut program "quick wins"

Baca juga: Pemprov DKI gelontorkan Rp232 miliar untuk normalisasi Ciliwung

Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |