Polisi angkut isi toko emas di Nganjuk diduga terkait TPPU

1 hour ago 1

Nganjuk (ANTARA) - Tim Bareskrim Mabes Polri mengangkut isi toko perhiasan emas di Kelurahan Payaman, Kecamatan Nganjuk, Jawa Timur, terkait dengan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) hasil penambangan tanpa izin (PETI).

Koordinator Pasar Wage Nganjuk Mulyadi, Jumat mengemukakan dirinya diminta ikut serta untuk menjadi saksi dalam penggeledahan tersebut. Tim menggeledah seluruh isi toko termasuk perhiasan emas serta dokumen administrasi toko.

"Saya sebagai saksi untuk penggeledahan di Toko Semar. Yang diperiksa barang-barang yang ada di toko, perhiasan emas dan buku-buku yang kaitannya dengan administrasinya pembukuan," katanya di Nganjuk.

Ia juga menambahkan, petugas juga mengangkut isi perhiasan yang ada di etalase toko tersebut. Diduga perhiasan emas tersebut menjadi barang bukti dalam kasus TPPU hasil penambangan tanpa izin yang saat ini diusut bareskrim.

Pengungkapan perkara tersebut didasarkan dari laporan hasil analisis (LHA) PPATK perihal transaksi mencurigakan terkait tata niaga emas di dalam negeri yang dilakukan oleh toko emas serta kegiatan perdagangan oleh perusahaan pemurnian emas ke luar negeri dengan menggunakan emas yang diduga berasal dari penambangan emas tanpa izin.

Lalu, atas praktik penambangan emas ilegal yang terjadi di wilayah Kalimantan Barat selama kurun waktu 2019-2022, perkara tersebut telah selesai disidik dan putusannya kini telah inkrah di Pengadilan Negeri Pontianak.

Berdasarkan fakta hasil penyidikan tindak pidana asal dan fakta persidangan, ditemukan bahwa terdapat aliran dana emas ilegal yang mengalir ke beberapa pihak.

Ia juga menambahkan, saat penggeledahan pada Kamis (19/2) hingga Jumat (20/2) dini hari tersebut, pemilik toko tidak ada di lokasi. Dari informasi yang didapatnya, pemilik toko adalah warga yang berdomisili di Surabaya dan telah lama membuka usaha di Pasar Wage Kabupaten Nganjuk tersebut.

"Pemilik tokonya domisili di Surabaya. Kalau berjualan di wilayah pasar sini tahun 1976 sudah ada, sudah lama," kata Mulyadi.

Dalam proses penyidikan kasus ini, jenderal polisi bintang satu itu mengatakan bahwa penyidik juga akan berkolaborasi dengan PPATK untuk menelusuri transaksi keuangan yang ada.

Baca juga: Anggota DPR minta Polri bongkar TPPU emas ilegal hingga aktor utama

Baca juga: Bareskrim Polri geledah toko emas terkait dugaan TPPU emas ilegal

Pewarta: Asmaul Chusna
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |