Jakarta (ANTARA) - Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) mengevaluasi sistem pengamanan bandara di wilayah Papua pasca terjadinya penembakan pesawat Cessna Grand Caravan PK-SNR beberapa waktu lalu.
Adapun, pesawat milik PT Smart Cakrawala Aviation itu melayani rute Tanah Merah-Danawage/Koroway Batu.
Hal tersebut dibahas dalam rapat koordinasi bertema "Ancaman terhadap Keamanan Udara Nasional dan Fasilitas Umum di Wilayah Papua" yang digelar di Gedung Kemenko Polkam, Jakarta, Jumat.
"Pemerintah telah mengambil langkah cepat, terukur dan terkoordinir dengan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan penerbangan di Papua," seperti dikutip siaran pers resmi Kemenko Polkam yang diterima ANTARA.
Buntut dari evaluasi tersebut, yakni pemerintah menutup sementara sejumlah bandara di Papua guna memastikan keselamatan awak pesawat dan masyarakat.
Penutupan tersebut sekaligus memberi ruang dan waktu bagi penguatan pengamanan oleh aparat TNI dan Polri.
Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa Kemenko Polkam Mayjen TNI Purwito Hadi Wardhono dalam rapat koordinasi tersebut menekankan pemerintah akan selalu hadir dalam melindungi masyarakat dan ragam objek vital, salah satunya bandara.
Pemerintah, kata dia, tidak akan tunduk pada setiap kelompok bersenjata yang mengancam keamanan masyarakat serta akan mengusut tuntas sesuai dengan hukum yang berlaku.
Di akhir rapat, Purwito menegaskan negara selalu hadir dan bekerja untuk memastikan Papua tetap aman dan kondusif.
"Stabilitas keamanan di Papua menjadi prasyarat utama bagi terselenggaranya pelayanan masyarakat, keberlanjutan pembangunan, penguatan konektivitas, serta terjaganya keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia," katanya.
Dengan adanya rapat koordinasi ini, dia mengharapkan sistem keamanan wilayah terutama bandara di Papua semakin kuat demi terciptanya stabilitas keamanan.
Baca juga: Menko apresiasi TNI dan Polri soal penanganan penembakan pesawat
Baca juga: Kapolri perintahkan jajaran kejar pelaku penembakan pesawat Smart Air
Pewarta: Walda Marison
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































