Pemasok Hyundai, Gangfeng Lithium, mulai produksi baterai 650 Wh/kg

2 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Pemasok Hyundai dan Changan Automobile, Gangfeng Lithium, dilaporkan telah memulai produksi massal baterai solid-liquid-state dengan kepadatan energi 650 Wh/kg yang menggunakan paduan litium.

Laman Carnewschina pada Junat (20/2) waktu setempat melaporkan bahwa perusahaan ini juga telah memasuki tahap produksi sampel untuk paket baterai all-solid-state (sepenuhnya padat).

Gangfeng Lithium didirikan di Tiongkok pada tahun 2000 sebagai produsen garam litium dan baterai.

Baca juga: Biaya upgrade baterai Tesla dua kali lipat dari harga mobilnya

Baca juga: Penerapan insentif EV berdasarkan jenis baterai dinilai menguntungkan

Pada 2017, perusahaan mulai memasok baterai untuk mobil penumpang listrik. Pada 2023, Gangfeng Lithium menandatangani nota kesepahaman (MOU) dengan Changan Automobile. Kesepakatan serupa dicapai dengan Hyundai setahun kemudian.

Baru-baru ini, pihak Gangfeng Lithium mengungkapkan perkembangan bisnis terbaru perusahaan.

Baterai hibrida solid-liquid berbasis litium dengan kepadatan energi 400–650 Wh/kg menjadi salah satu produk terbaru perusahaan.

Saat ini, baterai tersebut digunakan di segmen non-otomotif. Namun, ada kemungkinan teknologi ini akan diadopsi oleh kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) di masa depan.

Gangfeng Lithium meningkatkan kepadatan baterai dengan menggunakan material elektroda positif dan negatif berperforma lebih tinggi.

Perwakilan perusahaan menyebutkan bahwa anoda logam litium dengan potensial rendah dan kapasitas tinggi menjadi kunci dalam menciptakan baterai berkepadatan tinggi.

Saat ini, baterai litium telah menjadi standar industri secara global. Namun, baterai jenis ini memiliki beberapa kekurangan.

Baca juga: Masalah kualitas, anak usaha Geely gugat pemasok baterai Rp5,4 triliun

Dendrit litium dapat dengan mudah terbentuk di dalam baterai, yang berpotensi menyebabkan korsleting.

Umur pakai baterai litium juga relatif pendek. Meski demikian, Gangfeng Lithium dilaporkan berhasil mengatasi masalah tersebut dengan menggunakan logam litium berpaduan (alloy) untuk meningkatkan stabilitas elektrokimia.

Teknologi paduan multi-elemen ini memungkinkan Gangfeng Lithium menekan pertumbuhan dendrit litium. Pada saat yang sama, perusahaan mencapai kerapatan arus kritis sebesar 50 mA/cm² dan kapasitas area 1 mAh/cm².

Paket baterai ini memenuhi persyaratan pengisian cepat 3C. Paduan litium membentuk kerangka untuk menjaga kontak antara elektroda dan elektrolit.

Keunggulan lain dari baterai solid-liquid Gangfeng Lithium adalah anoda paduan litium “tanpa regangan” (zero-strain) yang dipasangkan dengan katoda sulfur.

Baterai ini mengalami ekspansi volume sebesar 3–5 persen selama proses pengisian dan pengosongan daya. Baterai tersebut juga telah lolos uji penetrasi serta pemanasan hingga 250 °C.

Reaksi eksoterm antara paduan dan sulfida tercatat lebih dari 90 persen lebih rendah dibandingkan dengan litium murni.

Seperti disebutkan, teknologi ini telah diterapkan pada baterai solid-liquid-state milik Gangfeng Lithium. Teknologi tersebut belum digunakan pada mobil.

Namun, produsen baterai ini meyakini pengalaman tersebut akan membantu mereka mengembangkan baterai all-solid-state dengan anoda paduan litium.

Perusahaan telah mencapai tahap produksi sampel. Informasi lebih lanjut mengenai Gangfeng Lithium akan disampaikan setelah tersedia.

Baca juga: China akan merilis standar baterai solid-state pada Juli 2026

Baca juga: Kesehatan baterai Xiaomi SU7 bertahan pada 94,5% usai 265.000 km

Baca juga: 75 persen baterai EV bekas China didaur ulang bengkel ilegal

Pewarta:
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Read Entire Article
Rakyat news | | | |