Hampir 8 Jam Pemulihan, Lintas Rawabuaya–Batuceper Kembali Beroperasi Bertahap

2 hours ago 2

49 Layanan Commuter Line Dibatalkan, Dampak Insiden di Perlintasan Sebidang

Jakarta (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan bahwa proses pemulihan operasional di lintas Rawabuaya–Batuceper telah berlangsung hampir 8 jam sejak insiden tertempernya KA 806A Commuter Line Bandara oleh truk trailer di perlintasan sebidang pada Jumat (20/2). Saat ini, jalur telah dapat dilalui kembali secara bertahap dengan kecepatan terbatas setelah dinyatakan aman.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba memastikan seluruh pelanggan dalam kondisi selamat.

“Keselamatan adalah prioritas utama. Seluruh pelanggan berhasil dievakuasi dengan aman dan tidak terdapat korban dalam kejadian ini,” ujar Anne.

Insiden ini berdampak signifikan terhadap operasional perjalanan kereta api. Sebanyak 33 perjalanan Commuter Line Bandara dan 16 perjalanan Commuter Line Tangerang dibatalkan. Selain itu, 18 perjalanan lainnya menjalani rekayasa pola operasi serta mengalami kelambatan.

Secara rata-rata, layanan Commuter Line Bandara (Basoetta) melayani sekitar 6.430 pengguna per hari, sedangkan Commuter Line di Lintas Tangerang melayani sekitar 74.237 pengguna per hari. Dengan rata-rata volume tersebut, gangguan di lintas ini berdampak langsung terhadap mobilitas lebih dari 80 ribu pelanggan harian yang menggunakan layanan pada lintas Rawabuaya–Batuceper.

Dalam kondisi normal, lintas ini dilalui sekitar 90–100 perjalanan Commuter Line Tangerang dan 60–64 perjalanan Commuter Line Bandara setiap harinya, sehingga pemulihan jalur menjadi prioritas utama untuk mengembalikan kelancaran mobilitas masyarakat.

Proses pemulihan melibatkan ratusan petugas gabungan yang terdiri dari tim Jalan Rel, Listrik Aliran Atas (LAA), operasional, serta pengamanan. Penanganan dilakukan secara menyeluruh, mencakup evakuasi kendaraan truk, pengangkatan rangkaian yang anjlok, pemeriksaan dan perbaikan struktur rel dan bantalan, pengukuran ulang geometri jalur, hingga pemulihan jaringan LAA guna memastikan prasarana kembali dalam kondisi aman sebelum jalur dibuka kembali.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Seluruh langkah pemulihan dilakukan secara maksimal agar layanan dapat kembali berjalan dengan aman dan andal,” tambah Anne.

KAI menegaskan bahwa pelanggaran di perlintasan sebidang memiliki konsekuensi serius terhadap keselamatan perjalanan kereta api dan pelayanan publik. Atas insiden ini, KAI berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan akan menempuh proses hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kedisiplinan dan kepatuhan terhadap aturan di perlintasan sebidang bukan sekadar kewajiban, melainkan bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga keselamatan. Kami akan bersikap tegas melalui jalur hukum,” tegas Anne.

KAI memastikan evaluasi menyeluruh terus dilakukan guna memperkuat aspek keselamatan dan keandalan layanan di seluruh jaringan operasional.

Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |