Aceh Tengah (ANTARA) - Dandim 0106 Aceh Tengah Letko. Infantri Raden Herman Sasmita mengkonfirmasi bahwa terdapat 150 kartu keluarga (KK) yang terdampak jembatan putus dan terisolasi di Aceh Tengah, Aceh, direlokasi ke wilayah yang lebih aman.
Herman mengatakan bahwa sebanyak 80 KK penyintas bencana yang menempati pengungsian di SMP 23 Takengon telah direlokasi ke hunian sementara. Sedangkan sebagian KK lainnya memutuskan untuk menempati rumah pribadi masing-masing, karena kondisinya masih aman.
Baca juga: Seskab: Jembatan bailey terpasang, sambungkan Bireuen-Aceh Tengah
"Mereka yang kemarin menempati pengungsian di SMP 23 sudah direlokasi ke hunian sementara, lalu sebagian menempati rumah masing-masing, karena kondisinya masih baik dan yang direlokasi itu yang menempati pengungsian," ujar Dandim 0106 Aceh Tengah Letkol Infantri Raden Herman Sasmita kepada ANTARA di Aceh Tengah, Jumat.
Menghadapi bulan Ramadhan, Herman berharap kepada seluruh personel TNI bersama pihak terkait dapat berkolaborasi sebaik mungkin untuk bisa memberikan pertolongan secepat mungkin kepada penyintas bencana Sumatera.
"Kami harapkan semua pihak, BPBD, dinas-dinas yang terkait, semua bisa berkolaborasi dengan kami dalam upaya pemulihan ini, semua bekerja maksimal, tidak boleh merasa terbebani dengan datangnya bulan Ramadhan ini ya," kata Herman.
Saat ini TNI AD tengah membangun jembatan yang menghubungkan empat desa di Kecamatan Ketol, yang diharapkan bisa rampung pada 6 Maret mendatang.
Baca juga: TNI AD bangun jembatan di Kecamatan Ketol
Baca juga: Menteri PU: Jembatan-jalan di wilayah tengah Aceh segera dipermanenkan
Jembatan menghubungkan empat desa, yakni desa Burlah, Kekuyang, Bugeara, dan Bintang Pepara, Kecamatan Ketol.
Sebelumnya, TNI AD bersama dengan pihak terkait telah membangun jembatan sementara yang menghubungkan empat desa yang sempat terisolasi tersebut.
Namun, dengan kondisi curah hujan yang tinggi dan debit air sungai yang mulai naik, jembatan darurat tersebut kini berstatus rawan.
Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































