Sumbar upayakan kode khusus gambir untuk daya saing pasar global

2 months ago 14

Kota Padang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melakukan upaya percepatan dan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambah gambir (genus uncaria) di pasar global salah satunya lewat kode khusus Harmonized System (HS).

"Selama ini ekspor gambir Indonesia masih menggunakan HS code generik seperti ekstrak nabati atau tanin sehingga melemahkan posisi tawar eksportir di pasar global," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumbar Novrizal di Kota Padang, Senin.

Imbasnya, kata Novrizal, harga gambir dari Ranah Minang yang umumnya dipasok dari Kabupaten Limapuluh Kota dan Kabupaten Pesisir Selatan mudah ditekan pembeli, sulit mendapatkan perlakuan tarif khusus dan belum memungkinkan Pemerintah Provinsi Sumbar membangun branding "Gambir Indonesia".

Oleh sebab itu, pemerintah daerah mendorong penetapan HS code spesifik untuk komoditas gambir agar mendapat pengakuan internasional, dan memiliki nilai ekonomi lebih sehingga menguntungkan petani maupun pelaku usaha beserta produk turunannya.

"Itulah yang sedang kita perjuangkan. HS code spesifik gambir untuk memperkuat daya saing dan memberi nilai tambah nyata bagi petani dan daerah," kata Novrial.

Sementara itu, pakar pemasaran dari Universitas Putra Indonesia YPTK, Vicky Brama Kumbara menilai upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumbar merupakan momentum penting bagi kebangkitan daya saing gambir Sumbar di pasar internasional.

"Ini berita baik untuk petani gambir di Sumbar. Penetapan HS code spesifik perlu didorong agar komoditas gambir bisa naik kelas di pasar internasional," ujar Vicky.

Baca juga: Mentan jelaskan penyebab harga gambir belum stabil di pasar global

Menurutnya, HS code spesifik akan membuka peluang bagi premiumisasi, diversifikasi olahan dan penetrasi ke industri bernilai tinggi seperti kosmetik, farmasi serta pangan yang memerlukan standar mutu ketat dan traceability.

“Dengan HS code yang tepat gambir tidak lagi dipandang sebagai komoditas bahan baku murah. Ini juga membuka ruang kuat untuk membuat komoditas gambir memiliki branding, harga lebih baik dan pasar yang jauh lebih luas," ujarnya optimis.

Baca juga: Kementan siap lakukan hilirisasi gambir di Sumatera Barat

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |