Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Timur melakukan inspeksi mendadak (sidak) pengawasan sekaligus untuk memastikan ketersediaan atau stok dan harga pangan dalam kondisi aman menjelang Ramadhan 2026.
Sidak berlangsung di Pasar Tradisional Pondok Bambu dan Pasar Modern The Farmers.
"Berdasarkan hasil pengecekan, ada sejumlah kenaikan harga komoditas, namun tidak terlalu signifikan dan masih dapat dijangkau oleh masyarakat," kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Jakarta Timur, Fauzi di Pasar Tradisional Pondok Bambu, Jakarta Timur, Rabu.
Fauzi mengatakan, pengawasan pangan rutin dilakukan menjelang hari besar keagamaan, seperti Tahun Baru Imlek, Ramadhan dan Idul Fitri.
Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur, Taufik Yulianto menambahkan, pengawasan pangan hari ini melibatkan sekitar 30 personel gabungan.
Baca juga: Food Station prediksi kebutuhan beras naik 8 persen saat Ramadhan
Baca juga: Kebutuhan telur hingga bawang akan naik jelang Ramadhan dan Idul Fitri
Mereka dari unsur Suku Dinas KPKP, Bagian Perekonomian, kelurahan, kecamatan hingga tingkat kota.
"Produk yang kami cek meliputi komoditas pertanian, perikanan hingga peternakan. Alhamdulillah, berdasarkan hasil pengawasan, ketersediaan dipastikan masih sangat mencukupi untuk tiga hingga empat bulan mendatang," katanya.
Selain itu, Taufik menjelaskan, komoditas yang diperiksa antara lain daging sapi, daging ayam, cabai rawit merah, cabai hijau, bawang merah, bawang putih, beras, minyak goreng, telur dan lainnya.
"Secara umum kondisi harga masih stabil. Kalau terdapat kenaikan masih dalam batas wajar," katanya.
Baca juga: DKI tetap pantau ketersediaan pangan meski stok aman
Baca juga: Dharma Jaya pastikan stok daging sapi dan ayam aman jelang Ramadhan
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan tetap memantau ketersediaan pangan jelang Imlek, Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah meski stok dipastikan aman.
“Kami bersama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DKI Jakarta melakukan sejumlah kegiatan, seperti monitoring rutin ketersediaan dan harga pangan,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Jakarta Uus Kuswanto di Jakarta, Rabu.
Salah satu kebutuhan yang akan terus dimonitor ketersediaan dan harganya adalah elpiji (LPG) 3 kilogram. Uus memastikan bahwa pihaknya akan memantau secara langsung untuk hal ini.
Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memberikan subsidi pangan untuk masyarakat yang membutuhkan, melakukan kampanye bijak belanja dan tidak melakukan "panic buying" hingga melakukan "urban farming".
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun menginformasikan terkait pangan di ibu kota melalui aplikasi JAKI yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat hingga melakukan kerja sama antar daerah serta B2B (Business to Business) oleh BUMD Pangan.
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































