Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menerima apresiasi dari sejumlah guru dan pengelola pendidikan terkait pelaksanaan program digitalisasi pembelajaran melalui penyaluran papan interaktif digital (PID) atau interactive flat panel (IFP) karena melahirkan inovasi pembelajaran di ruang kelas.
Guru SMAN 1 Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur Alexander Rendi yang mengajar di kelas X dan XI menyampaikan perangkat tersebut hampir selalu digunakan dalam proses belajar mengajar.
“Setiap saya masuk kelas, saya selalu memanfaatkan IFP sebagai media pembelajaran,” ujar Alexander di Kota Depok, Provinsi Jawa Barat pada Rabu.
Menurutnya, materi pembelajaran berbasis visual menjadi paling efektif ketika disajikan melalui PID karena mampu menarik perhatian siswa dan meningkatkan fokus belajar.
Selain untuk penyajian materi, ia mengatakan PID juga dimanfaatkan untuk menghadirkan gim interaktif yang melibatkan siswa secara langsung sehingga menciptakan suasana kelas yang lebih hidup dan mendorong keaktifan peserta didik.
Pemanfaatan PID atau IFP pun turut meningkatkan interaksi antara guru dan siswa.
Namun demikian, Alexander menegaskan peran pendidik tetap menjadi kunci dalam keberhasilan pembelajaran.
“PID adalah media bantu. Menarik atau tidaknya pembelajaran sangat bergantung pada bagaimana guru memanfaatkannya,” katanya.
Baca juga: Konsolnas Kemendikdasmen hadirkan dua simulasi kebijakan pendidikan
Sebagai guru mata pelajaran sejarah, ia secara konsisten menyajikan konten visual untuk memudahkan siswa memahami peristiwa masa lalu.
Salah satu inovasi pembelajaran yang digunakan adalah pemanfaatan museum virtual yang diakses melalui PID.
Melalui teknologi tersebut, siswa diajak melihat langsung peninggalan sejarah seolah berada di dalam museum.
Metode ini dinilai efektif dalam menghadirkan informasi sejarah ke dalam kelas dan memicu rasa ingin tahu siswa, yang kemudian mendorong munculnya interaksi dan diskusi selama pembelajaran berlangsung.
Pada kesempatan yang berbeda, Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat Syarafudin menyampaikan dinas memberikan dukungan komprehensif agar PID benar-benar dimanfaatkan dalam pembelajaran di kelas.
Ia menyebutkan dukungan tersebut meliputi pelatihan penggunaan PID bagi guru, penguatan kebijakan yang mendorong pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, serta fasilitasi pengimbasan praktik baik dan penyediaan panduan pemanfaatan PID agar penggunaannya selaras dengan tujuan pembelajaran.
Selain itu, ia menambahkan Dinas Pendidikan Kota Mataram juga melakukan pendampingan berkelanjutan melalui pengawas sekolah dalam kegiatan supervisi akademik, pengimbasan, serta forum berbagi praktik baik antar guru dan sekolah.
Pendampingan difokuskan pada pemanfaatan PID sebagai media interaktif, bukan sekadar media presentasi, sehingga mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik dan menciptakan interaksi dua arah dalam pembelajaran.
Dengan kolaborasi antara guru, sekolah, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat, Kemendikdasmen berharap pemanfaatan PID dapat memperkuat transformasi digital pembelajaran serta meningkatkan kualitas, interaksi, dan efektivitas proses belajar mengajar di sekolah secara berkelanjutan.
Baca juga: Prabowo rencana cek langsung aktivitas belajar sekolah-sekolah via IFP
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































