Istanbul (ANTARA) - Iran memperingatkan serangan apa pun terhadap infrastruktur di negaranya akan memicu aksi balasan yang "kuat dan tegas", kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi pada Rabu.
Negara-negara yang mendukung serangan semacam itu juga akan dianggap sebagai sasaran sah oleh Iran, tambah Araghchi di platform X.
"Doktrin pertahanan kami jelas, mata ganti mata. Setiap agresi terhadap Iran, termasuk terhadap infrastruktur kami, akan memaksa kami untuk memberikan respons yang kuat dan tegas," kata Araghchi.
Dia menambahkan siapa pun yang ikut andil dalam agresi semacam itu dan dalam bentuk dukungan apa pun juga akan dianggap sebagai sasaran sah Iran untuk dibalas.
Baca juga: Iran tuding AS manfaatkan isu nuklir untuk hancurkan negaranya
Araghchi menyatakan hal itu beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan pihaknya akan menyerang infrastruktur Iran jika menyerang kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Trump mengatakan AS akan menyerang jembatan atau pembangkit listrik Iran sebagai balasan atas serangan rudal, drone, atau serangan lain yang dilancarkan terhadap kapal-kapal komersial di jalur perairan strategis tersebut.
Sebelumnya, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf memperingatkan bahwa tidak ada negara di kawasan tersebut yang akan mampu menjual minyak, jika Iran dicegah melakukannya.
Selat Hormuz pun tidak akan kembali ke kondisi sebelum perang, tambah Qalibaf, dan keamanan bergantung pada kondisi ketiadaan pasukan AS di kawasan tersebut.
Saling balas pernyataan antara pemimpin Iran dan AS itu mencerminkan peningkatan ketegangan seputar Selat Hormuz pasca-perang Iran dan AS, serta terkait sengketa yang terus berlanjut soal pengaturan navigasi dan keamanan di jalur perairan strategis tersebut.
Sumber: Anadolu
Baca juga: AS perkuat kehadiran militer di Timur Tengah di tengah eskalasi
Baca juga: Militer Iran dilaporkan siap menghadapi invasi darat Amerika Serikat
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































