Jakarta (ANTARA) - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memanggil sekitar 19 pengelola depo peti kemas di kawasan Jakarta Timur dan Utara sebagai langkah menindaklanjuti kemacetan parah di Simpang Kolong Cakung.
"Iya, jadi hari ini kita akan panggil seluruh depo yang ada di sekitar sini. Ini jumlahnya ada 19. Di Jakarta Timur ada tujuh, di Utara ada 12. Kita akan rapatkan dengan para depo itu semua," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin di Jakarta, Kamis.
Rapat koordinasi dilakukan untuk mencari solusi bersama agar antrean truk kontainer menuju depo tidak lagi membuat kemacetan panjang di sekitar.
Menurut Budi, kemacetan disebabkan lonjakan peti kemas impor yang tidak sebanding dengan arus ekspor.
"Peti kemas yang datang banyak, sedangkan yang diangkut kurang. Sehingga itu jadi penumpukan. Dan ini sudah overload (kelebihan muatan), sehingga ditaruh di depo-depo yang ada saat ini," jelas Budi.
Selain itu, truk-truk pengangkut juga terus berdatangan untuk mengantar maupun mengambil peti kemas kosong.
"Nah, di satu sisi para truk ini juga ingin masuk membawa peti kemas yang kosong. Akhirnya menumpuklah di situ," ucap Budi.
Sebagai salah satu solusi, Dishub DKI akan meminta pengelola terminal peti kemas untuk meningkatkan kapasitas penumpukan peti kemas agar penumpukan tidak kembali terjadi.
Baca juga: DKI gratiskan kontainer parkir di Tanah Merdeka dari 22 Juli-5 Agustus
"Ini yang kami juga akan meminta ke depannya agar batas kapasitasnya bisa ditingkatkan. Seperti itu. Kalau memang saat ini kan 65 persen, bisa 75 atau 85 persen Sehingga kejadian seperti ini tidak terulang lagi," ujar Budi.
Adapun Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memberlakukan rekayasa lalu lintas dengan menutup sementara putaran Cakung di kawasan Cakung-Cilincing untuk mengurangi kepadatan arus kendaraan, khususnya antrean truk kontainer.
Budi menyebut, pihaknya mengalihkan arus kendaraan menuju kawasan Terminal Tanah Merdeka, yang dinilai lebih memadai sebagai tempat menunggu dibandingkan antre di badan jalan.
Terminal Tanah Merdeka memiliki kapasitas yang cukup besar dan mampu menampung sekitar 200 truk kontainer.
Para pengemudi dapat beristirahat maupun menunggu hingga kondisi lalu lintas kembali normal atau sampai waktu yang tepat untuk melanjutkan perjalanan.
Budi mengimbau, truk kontainer yang hendak melakukan putar arah agar mengikuti pengalihan yang telah disiapkan petugas menuju putaran lain maupun ke Terminal Tanah Merdeka.
Baca juga: Putaran Cakung ditutup, truk kontainer dialihkan ke Tanah Merdeka
Baca juga: Macet parah di Cakung-Cilincing akibat aktivitas bongkar muat di depo
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































