Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memutuskan untuk membebaskan tarif parkir di Terminal Tanah Merdeka bagi kontainer yang ingin memarkirkan kendaraan di tempat tersebut.
“Karena ini rata-rata adalah kontainer kosong, mereka kan nggak mau bayar distribusi. Maka untuk itu, dari tanggal 22 Juli sampai 5 Agustus Pemprov DKI Jakarta memberikan diskresi pembebasan tarif agar tidak parkir di sepanjang jalan. Supaya mereka parkir di tempat yang disiapkan,” kata Pramono di kawasan Jakarta Utara, Kamis.
Hal itu diputuskan sebagai solusi dari kemacetan yang sempat terjadi di Cakung-Cilincing. Kemacetan yang terjadi di Cakung-Cilincing disebabkan karena jumlah antara kontainer yang keluar dan masuk tidak berimbang.
Dengan adanya kebijakan tersebut, ia berharap kontainer-kontainer tak lagi parkir di pinggir jalan sehingga menyebabkan kemacetan.
“Tidak boleh lagi ada parkir di jalanan. Itulah yang menyebabkan kemacetan yang luar biasa. Maka kita gunakan Terminal Tanah Merdeka sebagai buffer zone (zona penyangga),” kata Pramono.
Pramono menjelaskan, Terminal Tanah Merdeka mampu menampung sebanyak 200 kontainer. “Jadi sekali lagi, kami meminta kepada siapapun yang mempunyai aktivitas itu, silakan memanfaatkan diskresi yang dikeluarkan oleh gubernur untuk parkirnya di Tanah Merdeka yang mampu nampung lebih dari 200 kontainer,” jelas Pramono.
Baca juga: Putaran Cakung ditutup, truk kontainer dialihkan ke Tanah Merdeka
Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memberlakukan rekayasa lalu lintas dengan menutup sementara putaran Cakung di kawasan Cakung-Cilincing untuk mengurangi kepadatan arus kendaraan, khususnya antrean truk kontainer.
"Iya, jadi tadi kan kita lihat (semalam) padat banget ya, dan tidak bergerak sama sekali. Ternyata salah satunya adalah di putaran ini. Semua antre di sini. Oleh karenanya kita tutup putaran ini," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin.
Menurut Budi, antrean kendaraan yang panjang membuat arus lalu lintas tidak bergerak. Salah satu penyebab kemacetan berada di titik putaran Cakung yang menjadi lokasi kendaraan, terutama truk kontainer yang melakukan putar arah.
Budi menyebut, pihaknya mengalihkan arus kendaraan menuju kawasan Terminal Tanah Merdeka, yang dinilai lebih memadai sebagai tempat menunggu dibandingkan antre di badan jalan.
Para pengemudi dapat beristirahat maupun menunggu hingga kondisi lalu lintas kembali normal atau sampai waktu yang tepat untuk melanjutkan perjalanan.
"Untuk para pengendara, bagi mereka yang menunggu lama di jalan, lebih baik mereka ke Terminal Tanah Merdeka. Dan itu bisa menampung 200 truk. Nah, ini kita arahkan semua agar mereka bisa ke sana. Seperti itu. Dan ini kita lihat antriannya tadi sudah mencair dan jauh, ya. Dan mereka bisa beristirahat di sana," jelas Budi.
Budi mengimbau, truk kontainer yang hendak melakukan putar arah agar mengikuti pengalihan yang telah disiapkan petugas menuju putaran lain maupun ke Terminal Tanah Merdeka.
Baca juga: Pramono jelaskan penyebab macet yang terjadi di Cakung-Cilincing
Baca juga: Sudinhub: kemacetan truk di Cakung akibat operasional depo kurang optimal
Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































