Kapolda Bali: Korban lakalantas di Bali didominasi usia produktif 

2 months ago 15
Pelanggaran lalu lintas tahun ini didominasi oleh pelanggaran kasat mata, seperti tidak menggunakan helm, melawan arus, penggunaan ponsel saat berkendara, serta parkir sembarangan

Denpasar (ANTARA) - Kepala Kepolisian Daerah Bali Inspektur Jenderal Polisi Daniel Adityajaya menyatakan mayoritas korban kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Bali didominasi oleh kaum berusia produktif 17-40 tahun.

"Mayoritas korban laka lantas adalah kalangan usia produktif 17 tahun sampai 40 tahun yang disebabkan faktor pelanggaran dan kelalaian pengendara," kata Daniel saat apel gelar pasukan Operasi Zebra Agung 2025 di depan Mapolda Bali, Denpasar, Senin.

Daniel menjelaskan berdasarkan data kecelakaan lalu lintas dari Direktorat Lalu Lintas Polda Bali tahun ini ada penurunan angka kecelakaan lalu lintas yakni 4 persen dibandingkan periode 2023-2024.

Berdasarkan data dari Polda Bali, pada tahun 2022, jumlah kecelakaan lalu lintas tercatat 3.602 kasus dengan korban meninggal dunia sebanyak 502 orang.

Pada tahun 2023, kepolisian mencatat ada 7.224 kasus dengan korban meninggal dunia 632 orang. Pada tahun 2024, terjadi sebanyak 8.256 laka lantas dengan korban jiwa mencapai 622 orang, termasuk di dalamnya 21 WNA.

Baca juga: Polda Bali selidiki penyebab kecelakaan mini bus tewaskan WNA China

Pada tahun 2025, Polda Bali mengatakan angka kecelakaan lalu lintas di Bali sudah turun 4 persen berkat sosialisasi dan kerja sama lintas sektor.

"Pelanggaran lalu lintas tahun ini didominasi oleh pelanggaran kasat mata, seperti tidak menggunakan helm, melawan arus, penggunaan ponsel saat berkendara, serta parkir sembarangan," katanya.

Daniel menjelaskan hal-hal yang sederhana tersebut sering berakibat fatal dan menimbulkan korban jiwa.

Untuk itu, Polda Bali kembali melakukan operasi gabungan bersama instansi terkait lainnya untuk melakukan penertiban terhadap pengendara lalu lintas untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas dengan sandi Operasi Zebra Agung 2025.

Operasi ini bertujuan selain untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, juga untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan yang datang ke Bali menjelang Natal dan Tahun Baru.

Baca juga: Polda Bali: 309 WNA terlibat tindak pidana dari Januari hingga Oktober

Daniel mengatakan Operasi Zebra Agung 2025 dilaksanakan sebagai upaya cipta kondisi menjelang pelaksanaan operasi dalam dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru 2026 dengan sasaran utamanya peningkatan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, penegakan hukum pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan serta pembentukan budaya tertib lalu lintas sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat Bali.

Operasi polisi yang dibilang lalu lintas ini akan dilaksanakan selama 14 hari secara serentak di seluruh wilayah Bal mulai dari tanggal 17 sampai dengan 30 November 2025.

Dalam operasi ini Polda Bali menerjunkan 1.607 personel dengan mengedepankan kegiatan edukatif dan persuasif.

Di samping itu, Polda Bali juga melakukan penindakan secara elektronik baik statis maupun mobile termasuk tilang manual secara terbatas atau terhadap penertiban balap liar dan lakalantas fatal.

Pewarta: Rolandus Nampu
Editor: Edy M Yakub
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |