Ramallah, Palestina / Istanbul (ANTARA) - Seorang pria Palestina meninggal dunia, Jumat (27/3) akibat luka yang dideritanya setelah penggerebekan militer Israel di kamp pengungsi Qalandia, yang berada di sebelah utara wilayah pendudukan Yerusalem Timur, demikian menurut sumber medis setempat.
Sumber medis di Kompleks Medis Palestina di Ramallah mengatakan Mustafa Hamad meninggal setelah tertembak saat penggerebekan tersebut.
Ia dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis dan kemudian dinyatakan meninggal dunia, kata sumber tersebut.
Koresponden Anadolu melaporkan bahwa prosesi pemakaman Hamad dimulai dari rumah sakit dan dihadiri Gubernur Ramallah dan Al-Bireh, Leila Ghannam.
Sebelumnya pada hari yang sama, Bulan Sabit Merah Palestina menyatakan timnya menangani dua pemuda yang terluka akibat tembakan peluru tajam selama penggerebekan tentara Israel berlangsung.
Sumber lokal mengatakan bentrokan terjadi di pintu masuk kamp ketika pasukan Israel menggunakan peluru tajam, peluru karet, dan gas air mata. Pemuda Palestina melempar batu ke arah pasukan, menurut sumber tersebut.
Kekerasan meningkat di seluruh Tepi Barat sejak dimulainya perang di Jalur Gaza pada 8 Oktober 2023, termasuk pembunuhan, penghancuran, pengungsian, dan perluasan permukiman.
Peningkatan ketegangan di Tepi Barat itu telah menewaskan 1.135 warga Palestina, melukai sekitar 11.700 lainnya, serta menyebabkan penangkapan sekitar 22.000 orang, di tengah peringatan internasional bahwa Israel dapat bergerak untuk mencaplok wilayah tersebut.
Konflik Palestina-Israel berakar sejak 1948, ketika Israel didirikan di wilayah yang menyebabkan ratusan ribu warga Palestina terusir.
Israel kemudian menguasai sisa wilayah Palestina dan menolak penarikan pasukan serta pembentukan negara Palestina yang merdeka.
Sumber: Anadolu
Baca juga: UNRWA kecam rencana Israel pindah paksa warga Gaza ke kamp konsentrasi
Baca juga: Israel bom sekolah Gaza: 25 tewas, banyak jasad anak-anak terbakar
Baca juga: Hamas: Israel ciptakan kelaparan, bangun kamp penahanan di Gaza
Penerjemah: Primayanti
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































