Pramono akui bersyukur video soal DLH DKI viral, jadi bahan koreksi

3 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku bersyukur dengan viralnya video yang memperlihatkan kendaraan pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) diduga membuang muatan ke Kali Pesanggrahan kawasan TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

Pramono menilai viralnya video tersebut membuatnya segera mengambil keputusan agar tak ada lagi tempat penampungan sampah sementara.

“Kemarin kejadian Pesanggrahan, saya terus terang berterima kasih bukan malah sedih, enggak. Saya berterima kasih banget. Karena dengan demikian saya akhirnya memutuskan bahwa tidak boleh lagi ada tempat penampungan sementara yang seperti itu,” kata Pramono saat dijumpai di Jakarta Pusat, Jumat.

Pramono menilai tempat pembuangan sampah sementara seperti yang tampak di video tersebut tidak efisien.

Selain itu menurutnya, manajemen pengelolaan TPS itu cukup sulit dan biayanya tinggi.

Untuk itu, ia meminta agar tak ada lagi tempat penampungan seperti yang ada di video tersebut.

Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta memastikan tidak ada aktivitas pembuangan sampah ke Kali Pesanggrahan di kawasan TPU Tanah Kusir, berdasarkan video yang viral di media sosial Threads.

"Aktivitas kendaraan angkut (dump pickup) yang terlihat dalam unggahan tersebut merupakan bagian dari operasional resmi penanganan sampah badan air, bukan pembuangan ke sungai," kata Kepala Unit Penanganan Sampah Badan Air (UPSBA) DLH DKI Jakarta, Dadang Cahya Rusdiana.

Dadang menjelaskan berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, lokasi yang dimaksud merupakan titik emplacement atau penampungan sementara resmi milik UPSBA yang berada di kawasan TPU Tanah Kusir, tepatnya di blok khusus.

Maka itu, aktivitas yang terlihat merupakan proses penampungan sementara resmi sampah dari badan air dan seluruh operasional di lokasi tersebut terkontrol dengan baik dengan ditempatkannya satu unit alat berat dan pengangkutan rutin setiap hari ke emplasmen Perintis.

"Titik tersebut berfungsi sebagai lokasi transit sampah yang diangkut dari sungai dan waduk di wilayah Kecamatan Pesanggrahan dan Kecamatan Kebayoran Lama," ucapnya.

Lebih lanjut, sampah kemudian dipindahkan menggunakan truk tiper kecil menuju emplasmen Perintis untuk dilakukan pemilahan lanjutan oleh petugas.

Setelah melalui proses pemilahan, sampah residu diangkut menggunakan truk besar dengan bantuan alat berat, sebelum dikirim ke TPST Bantargebang untuk pengolahan lebih lanjut.

Baca juga: Dinas LH DKI pasang pagar di titik sampah sementara TPU Tanah Kusir

Baca juga: DLH DKI siapkan TPS alternatif tampung sementara sampah di Tanah Kusir

Baca juga: DLH sebut "emplacement" di TPU Tanah Kusir percepat penanganan sampah

Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |