Kuala Lumpur (ANTARA) - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyebut pertemuan dengan Presiden RI Prabowo Subianto, di Jakarta, Jumat, penuh makna dan membuka ruang konstruktif dalam mencari titik temu dalam menghadapi konflik Asia Barat.
"Pertemuan yang penuh makna bersama Presiden Prabowo hari ini membuka ruang konstruktif dalam mencari titik temu untuk menghadapi konflik di Asia Barat yang kini menekan keamanan energi serta stabilitas ekonomi dunia," kata Anwar Ibrahim dalam keterangan yang dikutip di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat malam.
Dia menyampaikan dalam ketidakpastian global yang semakin meruncing, Malaysia dan Indonesia menegaskan pentingnya memperkuat solidaritas regional yang berprinsip demi menjaga perdamaian, menjamin stabilitas, serta memperkuat ketahanan ekonomi bagi kesejahteraan rakyat.
Anwar dan Prabowo sepakat untuk meningkatkan upaya diplomasi guna meredakan konflik, melindungi nyawa warga sipil, serta membuka ruang perundingan menuju penyelesaian yang damai dan berkelanjutan.
"Pada saat yang sama, kelangsungan rantai pasok global serta jalur perdagangan strategis, termasuk Selat Hormuz, harus dipastikan tidak terganggu," kata Anwar.
Anwar juga menyampaikan dialognya melalui sambungan telepon beberapa waktu terakhir dengan para pemimpin internasional, sebagai upaya menunjukkan solidaritas, menyelaraskan pandangan, serta meninjau dampak global, khususnya dalam aspek energi dan keamanan regional.
"Malaysia tetap pada pendirian tegas, menolak kekerasan, menjunjung hukum internasional, dan mendesak semua pihak untuk kembali ke jalur damai," tutur Anwar.
Baca juga: Anwar Ibrahim tiba di Jakarta untuk berdialog dengan Prabowo
Baca juga: Prabowo diagendakan terima kunjungan PM Anwar Ibrahim pada Jumat sore
Baca juga: Kapal tanker Malaysia akan diizinkan lintasi Selat Hormuz
Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































