Jakarta (ANTARA) - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengimbau masyarakat sekitar Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara, untuk menyiapkan pelindung diri berupa masker dan kacamata guna mengantisipasi dampak hujan abu menyusul erupsi yang terjadi pada Rabu pagi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Lana Saria dalam keterangan di Jakarta, Rabu, melaporkan bahwa Gunung Ibu kembali meletus pada pukul 09.54 WIT dengan tinggi kolom abu teramati mencapai 400 meter di atas puncak atau sekitar 1.725 meter di atas permukaan laut.
Petugas Badan Geologi mengamati kolom abu letusan berwarna kelabu dengan intensitas sedang yang condong mengarah ke barat.
Dengan begitu, Lana menyebutkan bahwa jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan pelindung hidung, mulut atau masker, serta pelindung mata.
Berdasarkan rekaman seismogram, erupsi ini memiliki amplitudo maksimum 23 mm dengan durasi lebih kurang 55 detik. Saat ini, gunung api yang terletak di Pulau Halmahera tersebut masih berada pada Status Level II (Waspada).
Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan zona bahaya dengan rekomendasi agar masyarakat serta wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif.
Selain itu, perluasan sektoral diberlakukan sejauh 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara.
Dia meminta masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan narasi bohong atau hoaks terkait aktivitas gunung api ini, dan pastikan selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah dan berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Ibu di Desa Gam Ici, Halmahera Barat.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat juga diminta untuk terus menjalin komunikasi intensif dengan PVMBG Bandung guna mendapatkan pembaruan informasi terkini mengenai aktivitas vulkanik Gunung Ibu demi menjamin keselamatan warga di lingkar luar pemukiman terdampak.
Baca juga: ESDM: Kegempaan Gunung Awu di Kepulauan Sangihe-Sulut meningkat
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































