Jakarta (ANTARA) - Polisi menyelidiki tawuran antar remaja yang terjadi di kawasan Jalan I Gusti Ngurah Rai, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (5/5) malam.
"Kami melakukan langkah antisipasi dan penyelidikan. Untuk pelaku masih dalam pendalaman," kata Kapolsek Duren Sawit Kompol Sutikno saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Peristiwa tersebut langsung direspons cepat oleh aparat kepolisian setempat guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.
Sutikno menyebut pihaknya bersama personel Polsek Duren Sawit dan Tim Patroli Perintis Presisi (TP3) Polres Metro Jakarta Timur langsung mendatangi lokasi kejadian pada malam hari setelah menerima laporan adanya bentrokan antar kelompok remaja.
"Kami bersama personel Polsek Duren Sawit dan TP3 Polres Jakarta Timur semalam ke tempat kejadian perkara untuk membubarkan aksi tersebut," jelas Sutikno.
Menurutnya, langkah pembubaran dilakukan secara cepat untuk menghindari jatuhnya korban maupun kerusakan fasilitas umum.
Setelah situasi berhasil dikendalikan, aparat kepolisian juga mendirikan dan menjaga posko terpadu di sekitar lokasi guna mengantisipasi potensi tawuran susulan.
"Sampai saat ini kami tetap berjaga di posko terpadu untuk memastikan kondisi tetap aman dan kondusif," ucap Sutikno.
Terkait adanya pelaku yang diamankan, Sutikno menyebut pihaknya masih fokus pada upaya antisipasi serta penyelidikan lebih lanjut.
Polisi juga tengah mengumpulkan informasi dan keterangan dari berbagai pihak guna mengidentifikasi kelompok-kelompok yang terlibat dalam aksi tawuran tersebut.
Sutikno mengimbau kepada masyarakat khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hari.
Selain itu, warga juga diminta segera melapor apabila menemukan indikasi adanya potensi tawuran di lingkungan sekitar.
Adapun seorang pria berusia 45 tahun tewas tertabrak kereta rel listrik (KRL) saat berupaya melerai aksi tawuran antar remaja di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (5/5) malam.
"Iya, korban tertabrak KRL yang mengarah ke Stasiun Jatinegara," kata Ketua RW 10 Cipinang, Kecamatan Pulogadung, Endang Darmanto di Jakarta, Rabu.
Peristiwa tawuran tersebut melibatkan dua kelompok remaja yang saling serang menggunakan senjata tajam, petasan, dan lemparan batu.
Aksi kekerasan itu terjadi di sekitar bantaran rel kereta api dan menimbulkan keresahan di kalangan warga sekitar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tawuran diduga dipicu oleh saling ejek di media sosial yang kemudian berujung pada bentrokan fisik di lokasi kejadian.
Situasi semakin mencekam karena kereta yang melintas juga menjadi sasaran lemparan batu dan tembakan kembang api.
Akibatnya, sejumlah pengendara memilih tidak melintas karena khawatir kendaraannya rusak. Arus lalu lintas di sekitar lokasi pun sempat mengalami kemacetan cukup parah.
Baca juga: Berupaya lerai tawuran, seorang pria justru tewas tertabrak KRL di Duren Sawit
Baca juga: Polisi selidiki pria yang ditemukan tewas di Duren Sawit
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































