Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi mengajak semua pemangku kepentingan untuk memperkuat peran perempuan dalam pemberdayaan.
"Melalui forum ini, saya berharap terbangunnya komitmen bersama untuk memperkuat peran perempuan, munculnya gagasan dan inovasi dalam pemberdayaan perempuan, dan terjalinnya kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan. Mari kita jadikan forum ini sebagai momentum untuk memperkuat tekad bersama," kata Menteri PPPA, Arifah Fauzi saat membuka acara Forum Nasional Perempuan yang bertajuk "Menjaga Ketahanan Bangsa" di Jakarta, Rabu.
Baca juga: MenPPPA soroti tantangan perluasan akses kesehatan bagi perempuan
Terkait tema acara ini, menurut dia, ketahanan bangsa tidak hanya dimaknai sebagai kekuatan pertahanan negara, tetapi mencakup ketahanan sosial, ekonomi, budaya, hingga ketahanan keluarga sebagai unit terkecil bangsa.
"Dalam semua dimensi tersebut, perempuan memegang peranan yang sangat sentral," kata Arifah Fauzi.
Ia mengatakan bahwa pembangunan bangsa saat ini diarahkan pada pembangunan yang berpusat pada manusia. Artinya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga diukur dari kualitas manusia Indonesia, baik perempuan maupun laki-laki mampu hidup sehat, berpendidikan, sejahtera, dan bermanfaat.
"Pendekatan pembangunan ini juga menggunakan perspektif siklus hidup, mulai dari anak, remaja, dewasa, hingga lansia," kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi.
Menurut dia, dalam setiap tahap kehidupan manusia, perempuan memiliki peran yang sangat penting, baik sebagai individu, sebagai ibu, sebagai penggerak ekonomi maupun sebagai pemimpin di komunitas.
Namun demikian, hingga saat ini masih terdapat kesenjangan gender dalam berbagai aspek pembangunan.
Baca juga: Kemendukbangga: Akses kesehatan bagi perempuan kuatkan pembangunan RI
Baca juga: FJPI siapkan sarasehan jurnalis perempuan Indonesia sambut HPN 2023
Pihaknya berharap Forum Nasional Perempuan dapat menjadi momentum untuk memperkuat pemberdayaan perempuan.
"Perempuan berdaya bukan pilihan, tetapi keharusan. Kesetaraan gender bukan wacana, tetapi fondasi pembangunan. Ketahanan bangsa dimulai dari keluarga dan perempuan adalah kuncinya," kata Arifah Fauzi.
Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































