Jakarta (ANTARA) - Duta Besar RI untuk Kanada Muhsin Syihab menyambut baik diaktifkannya kembali Grup Persahabatan Parlemen Kanada-Indonesia (CIPFG) sebagai langkah strategis untuk memperkuat kerja sama bilateral di berbagai sektor.
Momentum pemulihan grup tersebut, yang telah dibentuk sejak 2009 namun vakum sejak 2022, dinilai menjadi pijakan penting menjelang peringatan 75 tahun hubungan Indonesia dan Kanada pada 2027.
“Grup persahabatan parlemen penting bagi kerja sama kedua negara, dan pembentukan kemitraan yang bukan hanya kuat, tetapi juga berorientasi masa depan,” ujar Dubes Muhsin, menurut keterangan tertulis KBRI Ottawa yang dipantau di Jakarta, Rabu.
Ia menegaskan bahwa forum tersebut menjadi platform krusial untuk menjaga kesinambungan interaksi parlemen kedua negara, mengingat DPR RI telah memiliki mekanisme serupa melalui Grup Kerja Sama Bilateral Indonesia-Kanada yang aktif.
Menurut Dubes Muhsin, reaktivasi grup ini tidak terlepas dari pendekatan pro-aktif KBRI Ottawa kepada anggota parlemen Kanada, baik di DPR maupun Senat, dalam mendorong dukungan terhadap kemitraan dengan Indonesia.
CIPFG diharap dapat mendukung implementasi konkret pilar-pilar kerja sama bilateral yang meliputi kemitraan ekonomi, kerja sama pertahanan dan politik, serta hubungan antarmasyarakat.
Fokus kerja sama bilateral tersebut adalah sebagaimana digarisbawahi Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney dalam pertemuan mereka pada September 2025, kata Dubes Muhsin, menambahkan.
Ia menyebut salah satu isu strategis dalam hubungan bilateral saat ini adalah tindak lanjut dari Kesepakatan Kemitraan Ekonomi Komprehensif RI-Kanada (ICA-CEPA) yang proses ratifikasinya di Kanada dapat rampung bulan ini.
Pihak Kanada, katanya, berharap agar proses ratifikasi kesepakatan tersebut juga dikebut oleh mitra di Indonesia.
Adapun reaktivasi CIPFG dilakukan dalam pertemuan di Kompleks Parliament Hill di Ottawa, Senin (4/5), yang dihadiri anggota lintas partai dari kedua majelis Parlemen Kanada yang secara resmi bergabung dalam badan tersebut, kata KBRI Ottawa.
Dalam pertemuan tersebut, para peserta berhasil memilih dua ketua bersama (co-chairs), yaitu Clement Gignac mewakili Senat Kanada dan Sameer Zuberi dari DPR Kanada, yang akan memimpin selama dua tahun ke depan.
Para ketua bersama turut menyoroti pentingnya pemulihan CIPFG dalam meningkatkan kerja sama dengan Indonesia yang merupakan pemain kunci di kawasan Indo-Pasifik, demikian menurut KBRI Ottawa.
Baca juga: Dubes: RI-Kanada CEPA akan diratifikasi tahun ini
Baca juga: Indonesia genjot pembinaan UMKM tembus pasar Kanada lewat ICA-CEPA
Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































