Mentan gandeng mahasiswa kawal keberlanjutan swasembada pangan RI

1 hour ago 2
Mahasiswa kita libatkan, kita beritahu apa program-program unggulan pemerintah, apa tujuannya, dan apa yang sudah dicapai hari ini

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman menggandeng mahasiswa mengawal swasembada pangan nasional yang berkelanjutan melalui pengawasan program dan kontribusi nyata guna mendorong dampak ekonomi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Amran mengatakan mahasiswa merupakan kunci dalam menentukan arah masa depan bangsa, termasuk dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian nasional.

“Karena nanti (mereka) memimpin, menggantikan kita. Pemimpin masa depan. Kita harus isi mereka dengan hal-hal positif,” kata Mentan Amran dalam diskusi bersama sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia di Jakarta, Rabu.

Dalam forum yang dihadiri sekitar 100 perwakilan mahasiswa tersebut, Mentan menekankan pentingnya membangun kolaborasi lintas generasi sejak dini, Ia menyebut pembangunan tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah tanpa melibatkan generasi muda.

“Ini tidak bisa kita bangun jalan sendirian, tapi butuh kolaborasi. Mahasiswa kita libatkan, kita beritahu apa program-program unggulan pemerintah, apa tujuannya, dan apa yang sudah dicapai hari ini,” ujarnya.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman didampingi Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memberi keterangan kepada awak media usai diskusi bersama sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia di Jakarta, Rabu (6/5/2026). ANTARA/Harianto

Ia juga mendorong anak muda untuk menguatkan nasionalisme dan menjadi penerus dari program pembangunan pertanian. Oleh karena itu, generasi muda harus dipersiapkan sejak sekarang untuk melanjutkan pembangunan nasional secara berkelanjutan.

“Anak-anakku, kalian harus percaya diri, kalian hebat. Cita-cita digantung setinggi-tingginya, dikejar jangan diam. Anda yang menentukan nasib anda. Anda nanti yang melanjutkan perjuangan kita melawan mafia dan pihak yang merugikan bangsa,” tegasnya.

Amran menambahkan mahasiswa memiliki peran penting untuk mengawasi berbagai program pemerintah. Kata Mentan, kritik dari berbagai pihak termasuk mahasiswa dibutuhkan, namun harus bersifat membangun dengan berbasis informasi dan data yang aktual.

“Kalau ada yang keliru, ayo kita sempurnakan. Kami ingin menyampaikan fakta data. Negara butuh kritik konstruktif. Dulu aku janji 4 tahun swasembada (beras), berubah 1 tahun, dan tahun ini kita sudah swasembada,” ucapnya.

Oleh karena itu, dalam diskusi tersebut, Mentan juga menegaskan berbagai program strategis pemerintah disiapkan tidak hanya untuk menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga sebagai fondasi bagi generasi mendatang.

Salah satunya pengembangan hilirisasi pertanian. Mentan mengungkapkan potensi hilirisasi sektor pertanian, termasuk komoditas strategis seperti sawit, akan menjadi ruang besar yang kelak dikelola oleh generasi muda.

“Ini sawit untuk generasi muda nanti, kita olah, kita hilirisasi, itu nilai tambahnya luar biasa. Nilainya kurang lebih hampir kurang lebih Rp1.000 triliun nilainya. Dan itu untuk negara, untuk mereka (petani) nanti,” katanya.

Ia menekankan pula bahwa masa depan Indonesia berada di tangan mahasiswa hari ini. “Siapa yang mau lanjutkan, kalau bukan mahasiswa,” katanya.

Baca juga: Mentrans: Kawasan transmigrasi berperan penting bagi swasembada pangan

Baca juga: Bapanas: RI swasembada pangan, impor hanya 5 persen dari 11 komoditas

Baca juga: Mentan ajak PT SGN perkuat sinergi wujudkan swasembada pangan

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |