Menko Polhukam: Sinergi lintas sektor kunci kendalikan karhutla

1 hour ago 2
...Sinergi dan koordinasi yang solid menjadi kunci agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat

Palembang (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago menegaskan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di wilayah Sumatera Selatan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Menko Polhukam Djamhari saat menghadiri apel siaga karhutla menghadapi musim kemarau 2026, di Palembang, Rabu, mengatakan penanganan karhutla tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, serta seluruh pemangku kepentingan.

“Karhutla adalah bencana yang berulang setiap tahun. Oleh karena itu, kita tidak boleh lengah. Sinergi dan koordinasi yang solid menjadi kunci agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” katanya.

Menurutnya, langkah pencegahan harus menjadi prioritas utama dibandingkan penanganan saat kebakaran telah terjadi. Upaya mitigasi dinilai lebih efektif dalam menekan luas kebakaran sekaligus meminimalkan dampak terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, dan perekonomian.

Baca juga: APHI siapkan antisipasi dini karhutla hadapi potensi El Nino 2026

Pemerintah juga melakukan reaktivasi desk penanggulangan karhutla guna memperkuat koordinasi, sinkronisasi, serta pengendalian dan pemantauan di lapangan. Desk tersebut diharapkan mampu mengintegrasikan peran kementerian, lembaga, serta unsur terkait dalam upaya mitigasi hingga penegakan hukum.

Penanganan karhutla menjadi perhatian serius Presiden Prabowo Subianto yang meminta agar capaian pengendalian yang sudah baik dapat dipertahankan dan ditingkatkan.

Sumatera Selatan, lanjutnya, merupakan wilayah strategis yang rawan karhutla karena memiliki lahan gambut dan mineral kering yang luas, serta area perkebunan yang berpotensi memicu kebakaran.

Data menunjukkan, luas karhutla di Indonesia pada 2024 mencapai 376.805 hektare dan menurun menjadi 359.619 hektare pada 2025. Sementara di Sumatera Selatan, luas karhutla pada 2024 tercatat 15.422 hektare dan turun menjadi 5.339 hektare pada 2025.

Adapun pada periode 1 Januari hingga 30 April 2026, luas karhutla di Sumatera Selatan tercatat 79 hektare.

“Penurunan ini harus disyukuri, namun tidak boleh membuat kita lengah. Capaian ini harus dijaga dengan kerja keras dan disiplin yang lebih baik,” kata Djamari.

Baca juga: Bappenas ingatkan pemda siapkan antisipasi dampak Godzilla El Nino

Baca juga: Kemarau lebih awal, Pemerintah siapkan 35 OMC antisipasi karhutla

Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |