Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot melantik 107 pejabat administrator dan pengawas untuk memperkuat kinerja organisasi dan tata kelola pemerintahan yang baik, guna mendukung pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
“Pelantikan hari ini adalah merupakan rotasi dan penyegaran organisasi untuk lebih memperkaya pengalaman teknis guna meneruskan tongkat estafet kepemimpinan,” ujar Yuliot di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu.
Dalam arahannya, Yuliot menekankan pentingnya integritas dan kedisiplinan sebagai nilai dasar yang harus dipegang teguh oleh setiap aparatur negara dalam menjalankan amanah jabatan serta mewujudkan birokrasi yang profesional, akuntabel, dan berkinerja tinggi.
Ia menegaskan, pengambilan sumpah tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan janji suci kepada Tuhan Yang Maha Esa dan negara yang mengandung tanggung jawab moral dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Baca juga: Kementerian ESDM alokasikan Rp9,7 triliun untuk listrik desa pada 2027
“Sebagai pejabat baru yang dilantik, saya menitipkan beberapa pesan penting untuk menjadi panduan saudara. Satu, tanamkan dan terapkan core value berakhlak sebagai pondasi dasar dalam bekerja, memberikan pelayanan publik yang prima, ramah, dan bebas dari KKN,” ujar Yuliot.
Kedua, tutur Yuliot melanjutkan, jaga kedisiplinan dan integritas, serta tingkatkan kapasitas dan selalu adaptif untuk menghadapi dinamika dunia yang berubah dengan cepat.
Yuliot juga mengingatkan pentingnya kesetiaan kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, negara, dan pemerintah.
Baca juga: Kementerian ESDM: RKAB instrumen penting pengendalian mineral kritis
“Tegak lurus terhadap pimpinan dan selalu siap menjalankan kebijakan yang telah ditetapkan,” kata Yuliot.
Ia juga menekankan peran strategis Kementerian ESDM dalam mewujudkan dan mengimplementasikan Astacita, khususnya pada butir ke-2 dan ke-5, yakni memantapkan sistem pertahanan keamanan negara serta mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru, sekaligus melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































