Wabup Sleman tanam beringin putih awali "Lampah Dalu Lereng Merapi"

6 hours ago 5

Sleman (ANTARA) - Wakil Bupati Sleman, DIY Danang Maharsa menghadiri prosesi penanaman beringin putih dan pengambilan air Sendang Bagong sebagai rangkaian kegiatan "Lampah Dalu Lereng Merapi 2026" yang diselenggarakan Kalurahan (setingkat desa) Hargobinangun di Omah Petroek, Pakem, Senin.

Danang didampingi Lurah Hargobinangun Amin Sarjito dan Romo Sindhunata melakukan penanaman pohon beringin putih serta pengambilan air dari Sendang Bagong yang selanjutnya akan dikirab dalam prosesi "Lampah Dalu Lereng Merapi".

Danang menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan budaya yang menjadi bagian dari upaya pelestarian tradisi dan kearifan lokal masyarakat lereng Gunung Merapi, sekaligus bertepatan dengan momentum Tahun Baru Islam atau Malam 1 Suro dalam kalender Jawa.

"Kawasan lereng Gunung Merapi bukan hanya ruang geografis, tetapi juga ruang budaya dan spiritual yang sarat makna. Di sinilah nilai-nilai kearifan lokal tumbuh dan diwariskan dari generasi ke generasi," katanya.

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Sleman terus berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan melalui berbagai program, antara lain penghijauan lahan kritis, bantuan bibit tanaman kepada kelompok masyarakat, pelaksanaan uji emisi kendaraan bermotor, penyediaan sarana dan prasarana pengelolaan sampah, serta edukasi pengelolaan sampah kepada masyarakat.

"Pemkab Sleman senantiasa mendukung kegiatan berbasis budaya, kami meyakini bahwa kekuatan budaya adalah fondasi penting dalam membangun masyarakat yang berkarakter, berdaya saing, dan berkelanjutan. Mari lestarikan kekayaan budaya dengan penuh cinta dan kita wariskan lingkungan yang layak untuk generasi mendatang," katanya.

Romo Sindhunata mengatakan bahwa "Lampah Dalu Lereng Merapi" merupakan bagian dari Festival Budaya Lereng Merapi yang diselenggarakan bertepatan dengan malam 1 Suro.

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa melakukan penanaman beringin putih dan pengambilan air Sendang Bagong sebagai rangkaian kegiatan "Lampah Dalu Lereng Merapi 2026" yang diselenggarakan Kalurahan (setingkat desa) Hargobinangun di Omah Petroek, Pakem, Senin (15/6/2026). "Lampah Dalu Lereng Merapi" merupakan bagian dari Festival Budaya Lereng Merapi yang diselenggarakan bertepatan dengan malam 1 Suro. ANTARA/HO-Bagian Prokopim Setda Sleman (Ho)

Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi wujud rasa syukur masyarakat Hargobinangun kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia sumber daya alam yang diberikan melalui kawasan lereng Gunung Merapi.

"Masyarakat selama ini memperoleh manfaat besar dari kekayaan alam Merapi untuk mendukung kehidupan sehari-hari," katanya.

Karena itu, melalui penyelenggaraan "Lampah Dalu Lereng Merapi" masyarakat diajak untuk terus menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dengan upaya pelestarian lingkungan dan budaya.

"Gunung Merapi selama ini kita manfaatkan sumber-sumber alamnya untuk penghidupan sehari-hari, oleh karenanya melalui acara ini menjadi wujud terima kasih sekaligus melestarikan budaya beserta alam lingkungan di kawasan lereng Merapi," katanya.

Kegiatan "Lampah Dalu Lereng Merapi" menjadi salah satu wujud sinergi antara pelestarian budaya, penguatan nilai-nilai spiritual, dan kepedulian terhadap lingkungan yang terus dijaga oleh masyarakat lereng Merapi bersama Pemerintah Kabupaten Sleman.

Baca juga: Lereng Merapi jadi destinasi favorit wisatawan pada libur Lebaran 2026

Baca juga: Pemkab Sleman tunggu kajian ahli tentukan darurat bencana Seyegan

Pewarta: Victorianus Sat Pranyoto
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |