Ketua KPPU raih guru besar kehormatan Unissula

2 hours ago 2

Semarang (ANTARA) - Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Dr. Ir. M. Fanshurullah Asa meraih gelar guru besar kehormatan Fakultas Teknik Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Jateng.

Pengukuhan dilakukan oleh Rektor Unissula Prof Gunarto, di Auditorium Unissula, Semarang, Senin, dihadiri sejumlah pejabat, seperti Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto.

Fanshurullah menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Kontribusi Ekosistem Persaingan Usaha di Sektor Konstruksi dan Infrastruktur Energi dalam Perspektif Ilmu Manajemen Konstruksi untuk Mewujudkan Pertumbuhan Ekonomi Nasional Berkualitas”.

Ia menegaskan bahwa masa depan pembangunan ekonomi Indonesia tidak lagi dapat bertumpu pada pendekatan konvensional yang hanya mengandalkan akumulasi modal.

“Pertumbuhan ekonomi modern tidak lagi hanya ditentukan oleh modal dan tenaga kerja, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kualitas sistem manajemen, penguasaan teknologi, serta tata kelola kelembagaan yang baik,” katanya.

Menurut dia, efisiensi makroekonomi dapat dicapai melalui integrasi manajemen rekayasa yang berjalan beriringan dengan terciptanya pasar yang sehat dan kompetitif.

Fanshurullah dikenal sebagai akademisi, sekaligus birokrat yang memiliki rekam jejak panjang di bidang energi, minyak dan gas bumi, ekonomi, konstruksi, serta dunia usaha.

Selama lebih dari tiga dekade, ia terlibat dalam berbagai kebijakan strategis nasional terkait pengelolaan energi dan pembangunan ekonomi.

Pengalaman dan kontribusinya dalam berbagai sektor strategis, termasuk dipercaya sebagai Ketua KPPU itu yang menjadi salah satu pertimbangan FT Unissula dalam menganugerahkan gelar guru besar kehormatan.

Berdasarkan kajian teoritis, analisis ekonometrika, dan pengalaman empiris yang dipaparkannya, lahir konsep yang disebut sebagai "Konstanta Asa".

Konsep tersebut diklaim membuktikan secara matematis bahwa penerapan Sistem Manajemen Terintegrasi mampu memberikan "multiplier effect" terhadap peningkatan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam orasinya, ia juga menekankan pentingnya penerapan PMBOK (Project Management Body of Knowledge) dan ISO 21500 sebagai fondasi sistem manajemen proyek yang mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pembangunan.

Namun, kata dia, keberhasilan sistem tersebut harus ditopang oleh struktur pasar yang sehat dan kompetitif.

Karena itu, peran KPPU dinilai sangat strategis dalam menjaga persaingan usaha yang adil serta mencegah praktik persekongkolan tender, kartel, maupun penyalahgunaan posisi dominan yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, Rektor Unissula Prof Gunarto mengatakan bahwa pengukuhan guru besar kehormatan tersebut diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara dunia akademik, pemerintah, dan industri.

"Utamanya dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan serta pembangunan nasional yang berkelanjutan," katanya.

Baca juga: KPPU sambut usulan revisi UU Anti-Monopoli hadapi dinamika ekonomi digital

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |