Kuala Lumpur (ANTARA) - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur mendukung ekspansi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) kebaya asal Indonesia dalam merambah pasar Malaysia.
Dukungan tersebut dilakukan dengan memfasilitasi kemitraan strategis antara produsen kebaya Indonesia Roemah Kebaya Vielga dengan platform ritel dan distribusi asal Malaysia, Collabstore, yang peresmiannya dilakukan di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin.
"Kemitraan eksklusif antara Roemah Kebaya Vielga dan Collabstore menunjukkan bagaimana promosi ekonomi kreatif dapat diwujudkan menjadi akses pasar yang nyata dan pertumbuhan bisnis," ujar Menteri Konselor/Koordinator Fungsi Ekonomi Kedutaan Besar Republik Indonesia Kuala Lumpur, Hendra Purnama Iskandar, kepada ANTARA di Kuala Lumpur, Senin.
Roemah Kebaya Vielga merupakan produsen kebaya asal Indonesia, yang memproduksi berbagai jenis kebaya bordir mulai dari kebaya encim, kebaya bolero, kebaya panjang, kebaya batik, inner kebaya, kebaya brakat, kebaya batwing, sepatu sulam (embroidery), bawahan, tas bordir hingga aksesoris.
Sementara Collabstore adalah platform ritel dan distribusi/butik yang menjadi tempat penjualan puluhan produk fesyen multi-merek, di antaranya asal Indonesia.
KBRI KL memainkan peran kunci dalam memfasilitasi kemitraan ini melalui pencocokan bisnis (business matchmaking), dukungan akses pasar, dan keterlibatan yang berkelanjutan dengan para pemangku kepentingan, baik dari Indonesia maupun Malaysia.
Hendra menyampaikan keberhasilan kolaborasi ini mencerminkan upaya KBRI yang lebih luas untuk memastikan bahwa kegiatan promosi dapat menghasilkan peluang komersial jangka panjang bagi bisnis asal Indonesia.
Selain mendukung Roemah Kebaya Vielga, KBRI KL mengharapkan kolaborasi ini dapat membuka peluang bagi lebih banyak pelaku ekonomi kreatif Indonesia yang ingin memperluas pasar ke Malaysia.
Sebagai salah satu sektor ekonomi kreatif unggulan Indonesia, industri fesyen terus memainkan peran penting dalam mempromosikan budaya Indonesia sekaligus menciptakan peluang ekspor.
Hendra menyampaikan industri kreatif dan UMKM harus menjadi tulang punggung ekspor dan ekonomi nasional.
Saat ini penetrasi ekspor industri kreatif dan UMKM baru mencapai 20 persen. Menurut Hendra angka tersebut perlu ditingkatkan hingga 30 bahkan 40 persen.
"Makanya mereka (Roemah Kebaya Vielga) hadir ke sini, memenuhi permintaan pasar Malaysia," ujar Hendra.
Dalam acara itu dilakukan peresmian kemitraan strategis antara Roemah Kebaya Vielga dengan butik Collabstore yang disaksikan langsung Menteri Konselor KBRI Kuala Lumpur.
Founder Collabstore Richard Tsen menyampaikan kebanggaannya menyambut bergabungnya Roemah Kebaya Vielga dalam Collabstore.
Richard kepada ANTARA menyampaikan bahwa butiknya saat ini menaungi sekitar 42 jenama merek fesyen, dan 12 di antaranya berasal dari Indonesia.
Sementara itu desainer Roemah Kebaya Vielga yakni Vielga Wennida menyampaikan terima kasihnya kepada KBRI KL yang telah memfasilitasi kerja sama kemitraan strategis antara produk fesyennya dengan platform ritel Collabstore.
Vielga mengatakan kebaya yang dibawa ke pasar Malaysia disesuaikan dengan budaya dan permintaan pasar Negeri Jiran.
"Kami mencoba menyesuaikan style Indonesia dengan Malaysia. Kadang Malaysia itu mereka suka (busana kebaya) yang panjang-panjang. Kita harus melihat trennya ini lebih ke mana sih, karena di sini banyak Muslim, (3:40) jadi kami harus mencocokkan desain kami itu dengan style Muslim," kata Vielga kepada ANTARA.
Baca juga: KBRI KL resmi buka program Kursus Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing
Baca juga: KBRI KL ingatkan pentingnya memanusiakan manusia lewat pendidikan
Baca juga: SIKL gelar wisuda pelajar Indonesia di KBRI Kuala Lumpur
Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































