BPS minta pelaku usaha beri data valid saat Sensus Ekonomi 2026

2 hours ago 5

Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik DKI Jakarta meminta para pelaku usaha dan masyarakat dapat memberikan data yang jujur, akurat dan valid kepada para petugas Sensus Ekonomi 2026 sehingga menghasilkan data ekonomi yang ril untuk masa depan ekonomi Jakarta.

“Kami meminta pelaku usaha dan masyarakat mendukung Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data yang jujur dan akurat kepada petugas demi masa depan ekonomi Jakarta yang lebih baik," kata Kepala BPS Provinsi DKI Jakarta Kadarmanto di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan petugas melakukan pendataan dalam Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung mulai 15 Juni 2026 hingga 31 Agustus 2026.

Menurut dia, hasil sensus sepuluh tahunan ini akan mendukung transformasi Jakarta menuju kota global.

Ia menambahkan data tersebut akan menjadi acuan dalam meningkatkan investasi dan daya saing ekonomi.

"Target kami adalah membawa Jakarta menembus peringkat dua puluh besar kota global dunia pada 2045 dan petugas adalah garda terdepan kualitas data nasional kita," katanya.

Dirinya mengapresiasi kesiapan Kabupaten Kepulauan Seribu yang dinilai paling stabil dalam hal kesiapan personel dan seluruh petugas yang dikerahkan merupakan putra-putri daerah yang memahami karakteristik wilayah Kepulauan Seribu.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Kepulauan Seribu, Alfhonso Triantoro, menjelaskan ada 30 petugas Sensus Ekonomi Tahun 2026 yang terdiri dari 25 Petugas Pendataan Lapangan (PPL) dan 5 Petugas Pengawas Lapangan (PML) di daerah kepulauan tersebut.

"Kami sengaja melibatkan warga lokal untuk memudahkan akses komunikasi dan mengefektifkan pendataan, mengingat kendala transportasi antarpulau yang cukup menantang," kata dia.

Alfhonso menjelaskan pendataan lapangan dijadwalkan berlangsung selama 2,5 bulan yang dimulai dari 15 Juni 2026 hingga 31 Agustus 2026.

Ia menambahkan fokus pendataan mencakup empat hingga enam Satuan Lingkungan Setempat (SLS) per petugas, termasuk wilayah non-SLS seperti pulau resort dan pulau tidak berpenduduk yang memiliki aktivitas usaha.

"Untuk memastikan kualitas data, pegawai BPS Kepulauan Seribu akan melakukan pendampingan melekat kepada petugas pada dua hari pertama pelaksanaan, yakni 15-16 Juni 2026," kata dia.

Sebelumnya, Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan meminta Badan Pusat Statistik (BPS) setempat untuk memetakan potensi usaha terbaik di daerah kepulauan yang ada di Provinsi DKI Jakarta tersebut lewat Sensus Ekonomi 2026.

“Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda statistik nasional yang sangat krusial dan hasil dari sensus ini akan menjadi fondasi utama dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan dan penguatan ekonomi daerah,” kata dia di Jakarta, Senin.

Ia menilai data yang akurat dan berkualitas sangat diperlukan untuk memetakan perkembangan dunia usaha, perubahan struktur ekonomi, serta potensi sektor unggulan di Kepulauan Seribu.

Menurut dia, keberhasilan sensus ini sangat bergantung pada kualitas data yang dihimpun oleh para petugas di lapangan.

"Para petugas harus mampu berkomunikasi dengan baik dan menjamin kerahasiaan data responden dan kepercayaan masyarakat adalah kunci untuk menghasilkan data yang akurat," kata dia.

Baca juga: Bupati minta BPS petakan potensi usaha Kepulauan Seribu lewat sensus

Baca juga: BPS DKI sebut Sensus Ekonomi bantu identifikasi peluang bisnis baru

Baca juga: Pemkot Jakbar lepas 1.648 petugas Sensus Ekonomi 2026

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |