- Senin, 15 Juni 2026 19:19 WIB
Pekerja mengangkut pupuk urea bersubsidi ke dalam truk untuk didistribusikan di Gudang Kalikuning, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Senin (15/6/2026). Pemerintah menyatakan hingga pertengahan Juni tahun 2026 realisasi penyaluran pupuk bersubsidi telah mencapai lebih dari 4,3 juta ton atau 44,4 persen dari total alokasi nasional yakni sebesar 9,55 juta ton dan distribusi dipercepat guna mendukung produktivitas sektor pertanian serta menjaga ketahanan pangan. ANTARA FOTO/Makna Zaezar/wsj.
Pekerja mengangkut pupuk urea bersubsidi ke dalam truk untuk didistribusikan di Gudang Kalikuning, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Senin (15/6/2026). Pemerintah menyatakan hingga pertengahan Juni tahun 2026 realisasi penyaluran pupuk bersubsidi telah mencapai lebih dari 4,3 juta ton atau 44,4 persen dari total alokasi nasional yakni sebesar 9,55 juta ton dan distribusi dipercepat guna mendukung produktivitas sektor pertanian serta menjaga ketahanan pangan. ANTARA FOTO/Makna Zaezar/wsj.
Petugas mendata pupuk urea bersubsidi di Gudang Kalikuning, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Senin (15/6/2026). Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan menyatakan hingga pertengahan Juni tahun 2026 realisasi penyaluran pupuk bersubsidi telah mencapai lebih dari 4,3 juta ton atau 44,4 persen dari total alokasi nasional yakni sebesar 9,55 juta ton dan distribusi dipercepat guna mendukung produktivitas sektor pertanian serta menjaga ketahanan pangan. ANTARA FOTO/Makna Zaezar/wsj.
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































