Future Star Competition jadi wadah pembinaan pemain muda

1 hour ago 2

Jakarta (ANTARA) - Kompetisi usia muda SIMPATI Future Star Competition menjadi wadah pembinaan bagi pemain muda Indonesia untuk menambah pengalaman bertanding sekaligus mengasah kemampuan sejak usia dini.

Turnamen mini soccer U-15 yang berlangsung di DM Sport, Ciledug, Tangerang, Banten, pada 13-14 Juni 2026 itu diikuti 16 tim undangan dari berbagai akademi sepak bola. RSoccer Training Camp keluar sebagai juara setelah mengalahkan All Star United dengan skor 4-1 pada partai final. Raga Negeri menempati posisi ketiga.

“Menjadi juara tentu menjadi kebanggaan bagi kami, tetapi yang lebih penting adalah proses yang telah dilalui oleh para pemain,” kata perwakilan RSoccer Training Camp Ahmad Noor M. Noor dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

Ahmad mengatakan para pemain menunjukkan semangat, disiplin, dan sportivitas sepanjang turnamen. Ia berharap pengalaman tersebut menjadi bekal bagi para pemain untuk terus berkembang.

SIMPATI Future Star Competition tidak hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga tempat bagi pemain muda untuk belajar menghadapi tekanan kompetisi, membangun kerja sama tim, serta menjaga sportivitas di lapangan.

Baca juga: Taufik Hidayat apresiasi perluasan pembinaan sepak bola usia dini

Manager SIMPATI GTM, Creative and Communication Gading Giarono mengatakan kompetisi tersebut dihadirkan agar talenta-talenta muda memiliki ruang untuk menunjukkan kemampuan mereka.

“Melalui SIMPATI Future Star Competition, kami ingin memberikan ruang bagi talenta-talenta muda Indonesia untuk berkembang dan menunjukkan potensi terbaik mereka,” kata Gading.

Selain pertandingan, penyelenggara menghadirkan Sport Documentation Workshop bagi orang tua peserta yang dipandu fotografer olahraga Khairul Imam, serta sesi meet and greet bersama pesepak bola profesional Hanif Sjahbandi.

Hanif mengatakan kompetisi usia muda penting untuk memberi pemain pengalaman bertanding sejak dini. Menurut dia, semakin banyak ajang positif bagi pemain muda, semakin besar pula kesempatan mereka untuk berkembang.

“Teruslah berlatih, disiplin, dan nikmati setiap proses yang dijalani. Jangan takut untuk bermimpi besar,” kata Hanif.

Pada akhir turnamen, Sigit Maulana terpilih sebagai pemain terbaik, Muhammad Zidane A.S menjadi pencetak gol terbanyak, sedangkan Nova Zaenal Football Academy mendapat penghargaan tim paling fair play.

Baca juga: Menpora wujudkan pembinaan usia dini lewat Piala Menpora U-12 dan U-15

Baca juga: LPDUK siap perluas Liga Anak Indonesia ke berbagai cabang olahraga

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |