Wabup: Hampir semua rumah di 2 kampung Bandung Barat tertimbun longsor

1 week ago 6
Iya, hampir semuanya tertimbun. Mudah-mudahan longsoran tidak terus berlanjut

Bandung (ANTARA) - Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat (Jabar), Asep Ismail memastikan 23 warga selamat dari bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, telah direlokasi sementara ke kantor desa setempat, guna mengantisipasi potensi longsor susulan akibat cuaca ekstrem.

Ia mengatakan relokasi dilakukan sebagai langkah cepat penanganan darurat untuk menjamin keselamatan warga, sambil menunggu perkembangan situasi di lokasi bencana.

"Untuk sementara warga yang diungsikan saya arahkan ke pihak kecamatan, agar segera direlokasi dulu ke Desa Pasirlangu," jelas Wabup Asep Ismail di Bandung Barat, Sabtu.

Pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, serta relawan, untuk melakukan penanganan darurat, termasuk pemantauan kondisi tanah dan cuaca di sekitar lokasi longsor.

Wabup menambahkan hingga saat ini kondisi pengungsian masih memungkinkan untuk menampung warga terdampak dan kebutuhan dasar mulai dipenuhi secara bertahap.

Baca juga: Banjir-longsor terjang Bandung Barat, tujuh meninggal & ratusan hilang

“Barusan saya lihat, Alhamdulillah, masih dalam kondisi tertampung dan masih memungkinkan untuk tetap berada di desa,” ucapnya.

Wabup Asep menyebut longsor yang terjadi menimbun hampir seluruh rumah warga di Kampung Pasir Kuning dan Kampung Pasir Kuda RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua.

“Iya, hampir semuanya tertimbun. Mudah-mudahan longsoran tidak terus berlanjut,” ujarnya.

Dalam pantauan ANTARA, sebanyak delapan orang korban bencana longsor ditemukan tewas hingga Minggu (24/1) pukul 13.00 WIB.

Baca juga: Gubernur Jabar sebut banjir Bandung terjadi karena alih fungsi lahan

Sementara itu Kepala Desa Pasirlangu Nur Awaludin Lubis mengatakan hingga saat ini pihaknya masih melakukan pendataan dan pencarian terhadap warga yang diduga terdampak longsor.

“Sesuai data sementara hingga saat ini, jumlah jiwa yang belum ditemukan atau belum terlacak keberadaannya sekitar 111 jiwa dari 34 Kepala Keluarga (KK). Sedangkan yang ditemukan selamat sebanyak 23 orang, dan sisanya masih dalam pencarian,” jelasnya.

Ia menyebutkan kebutuhan paling mendesak saat ini adalah penanganan darurat, terutama dukungan anggaran kebencanaan pada awal tahun.

Selain itu pihaknya berharap adanya bantuan dari berbagai pihak, khususnya bantuan sembako, untuk memenuhi kebutuhan makan keluarga terdampak bencana.

Baca juga: Sabtu, BMKG: Mayoritas wilayah RI berpotensi hujan ringan hingga lebat

Baca juga: BMKG: Waspada angin kencang dampak Siklon Luana di Jateng selatan

Pewarta: Ilham Nugraha
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |