JDF Asia Pasifik: Serangan kepada pasukan UNIFIL harus ditindak tegas

1 hour ago 4

Jakarta (ANTARA) - Presiden Justice and Democracy Forum (JDF) Asia Pasifik Jazuli Juwaini mengecam keras serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon (UNIFIL) yang menyebabkan seorang prajurit TNI gugur.

Jazuli dalam keterangannya di Jakarta, Senin, menjelaskan serangan terhadap pasukan UNIFIL tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apapun dan menunjukkan ketidakseriusan komitmen Israel untuk mewujudkan perdamaian.

“Pasukan UNIFIL berada di Lebanon atas mandat resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menjaga stabilitas dan perdamaian. Menyerang mereka adalah bentuk pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan harus ditindak tegas,” katanya.

Berkaca dari peristiwa tersebut, Jazuli mengingatkan pembiaran terhadap insiden tersebut akan menciptakan preseden berbahaya sekaligus melemahkan kredibilitas sistem keamanan global.

Dia menyarankan agar pemerintah Indonesia mengambil sikap tegas serta proaktif dengan membawa persoalan tersebut ke Dewan Keamanan PBB.

"Indonesia harus berada di garda depan dalam memperjuangkan keadilan internasional dan memastikan bahwa pelanggaran terhadap misi perdamaian tidak dibiarkan tanpa konsekuensi," ucapnya.

JDF Asia Pasifik menurut dia, turut menyampaikan belasungkawa mendalam kepada korban dan keluarga yang ditinggalkan serta solidaritas penuh kepada seluruh personel UNIFIL yang menjalankan tugas mulia menjaga perdamaian dunia.

Untuk itu, kata Jazuli, JDF Asia Pasifik mendesak PBB dan komunitas internasional untuk mengutuk keras serangan tersebut tanpa pengecualian dan melakukan investigasi independen serta transparan.

Selanjutnya, menjatuhkan sanksi tegas terhadap pihak yang bertanggung jawab yaitu Israel serta menjamin perlindungan maksimal bagi seluruh personel penjaga perdamaian.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan (Kemhan) membenarkan adanya satu personel TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian UNIFIL di Lebanon gugur dan tiga personel lain luka-luka akibat serangan artileri dari Israel, Minggu (29/3).

"Terdapat korban dari prajurit TNI, yaitu satu orang meninggal dunia, satu dalam kondisi luka berat, dan dua luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Sekretariat Jenderal Kemhan Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Senin.

Rico menjelaskan peristiwa itu terjadi lantaran adanya eskalasi konflik yang meningkat di wilayah Lebanon, khususnya di Lebanon Selatan.

Baca juga: Menlu Sugiono kutuk serangan Israel di Lebanon usai prajurit TNI gugur

Baca juga: Anggota DPR minta penempatan TNI di Lebanon dievaluasi

Pewarta: Benardy Ferdiansyah/Muhammad Rizki
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |