Bandung (ANTARA) - Emiten perbankan regional terbesar di Indonesia, Bank BJB, mengintegrasikan koridor ekonomi Pulau Jawa dari Barat hingga Timur, melalui rangkaian event lari The Ultimate10K Series Powered by bank bjb sepanjang tahun 2026.
Ajang sport tourism ini, tidak sekadar mengejar catatan waktu pelari, namun dirancang menjadi platform kolaborasi yang menghubungkan Tangerang, Bandung, Semarang, hingga Surabaya sebagai motor penggerak ekonomi inklusif dan berkelanjutan.
"Keempat kota tersebut membentuk satu koridor pertumbuhan ekonomi yang saling terhubung, mulai dari pusat industri modern, ekonomi kreatif, hingga pusat distribusi niaga," kata Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary) Bank BJB Herfinia dalam keterangan di Bandung, Senin.
Sebagai bank pembangunan daerah yang memiliki jaringan di 15 provinsi, Bank BJB memposisikan diri sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).
Baca juga: BJB salurkan Rp700 miliar untuk bedah 35.000 rumah di Jabar
Kota Bandung dan Tangerang misalnya, merupakan pemegang saham (shareholder) yang secara konsisten menerima dividen dari pertumbuhan berkelanjutan perseroan.
Berdasarkan jadwal resmi, seri lari ini akan dimulai dari event di Bandung dengan nama Bandoeng10K (17 Mei), disusul Surabaya dengan Suroboyo10K (7 Juni), lalu Tangerang dengan Tangerang10K (13 September), dan ditutup oleh Semarang10K (13 Desember) di Kota Semarang.
Setiap titik penyelenggaraan diproyeksikan memberikan efek rembesan (trickle-down effect) langsung bagi pelaku UMKM lokal, sektor perhotelan, hingga transportasi.
Dalam setiap gelaran, Bank BJB mengintegrasikan layanan perbankan digital seperti BJB DIGI dan tabungan BJB Tandamata untuk memudahkan transaksi ribuan peserta dan pengunjung.
Langkah ini sejalan dengan visi mereka menjadi "Bank Pilihan Utama Anda" sekaligus mewujudkan misi memperluas akses keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Pengalaman dari edisi sebelumnya, tambah Herfinia, membuktikan bahwa event olahraga mampu menghidupkan ekosistem pariwisata dan memberikan ruang bagi ekonomi kreatif untuk berkembang.
"Melalui semangat tagline 'Tandamata Untuk Negeri', Bank BJB meyakini kompetisi lari ini adalah simbol kebangkitan kota. Sinergi antara pemerintah daerah, komunitas, dan pelaku usaha diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya terpusat, tetapi merata di sepanjang jalur strategis nasional," tutur dia.
Baca juga: Bank BJB catat penyaluran kredit Rp140,7 triliun pada 2025
Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































