Museum NTB elaborasi model pelestarian sejarah-budaya berbasis kampung

2 hours ago 2

Mataram (ANTARA) - Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) mengelaborasi model pelestarian sejarah dan budaya berbasis kampung melalui pengembangan konsep museum tematik yang melibatkan masyarakat secara langsung di Kelurahan Karang Taliwang, Kota Mataram.

"Karang Taliwang potensial untuk dikembangkan museum kampung, karena memiliki DNA entrepreneur, kohesi sosial yang kuat, dan jejak sejarah yang telah ada sejak abad ke-17," kata Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam di Mataram, Senin.

Baca juga: Museum NTB pamerkan enam artefak wastra di Australia

Nuralam mengatakan model pelestarian memakai pendekatan yang tidak bersifat top-down, melainkan berbasis partisipasi masyarakat atau bottom-up dengan melibatkan tokoh masyarakat, pemuda, dan komunitas setempat dalam proses perencanaan hingga pengelolaan.

Museum NTB mengembangkan museum kampung yang tidak hanya berfungsi sebagai ruang pelestarian berbagai artefak, tetapi juga sebagai ruang hidup yang merepresentasikan tradisi dan budaya yang masih dijalankan oleh penduduk setempat.

"Kami mengajak mereka untuk berpikir bersama membuat museum kampung Karang Taliwang," kata Nuralam.

Lebih lanjut, ia menyampaikan kampung Karang Taliwang dapat menjadi museum hidup yang menyatu dengan aktivitas masyarakat sehari-hari.

Pengunjung bisa menyaksikan langsung tradisi, praktik sosial budaya, maupun arsitektur lama yang masih dipertahankan oleh penduduk kampung tersebut sebagai ruang pamer alami.

Museum NTB bersama masyarakat Karang Taliwang berencana membentuk tim ad-hoc untuk merumuskan langkah pengembangan museum tematik, termasuk pemetaan potensi, kebutuhan, serta dukungan yang dapat diberikan oleh masing-masing pihak.

Baca juga: Diplomasi budaya Museum NTB berbuah undangan resmi dari Australia

Baca juga: NTB percepat pembentukan museum desa

Berdasarkan catatan sejarah, Karang Taliwang terbentuk dari pemukiman pasukan Kerajaan Taliwang yang dikirim untuk membantu Kerajaan Selaparang menghalau invasi Kerajaan Gelgel dan Karangasem pada awal abad ke-16.

Tokoh Masyarakat Karang Taliwang Syfari Habibi (53 tahun) mengapresiasi upaya Museum NTB yang ingin mengembangkan museum tematik sebagai destinasi wisata baru dalam menggerakkan roda ekonomi lokal.

"Masyarakat Taliwang sangat mendukung program itu, karena selain kuliner ayam taliwang yang terkenal, kami juga punya nilai sejarah yang kuat. Kami bisa bercerita lebih banyak tentang sejarah Taliwang melalui museum kampung," pungkas Syfari.

Pewarta: Sugiharto Purnama
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |