Jakarta (ANTARA) - Pemerintah berencana menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) sehari dalam sepekan untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun pekerja di perusahaan swasta, untuk efisiensi bahan bakar di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah.
Jika kebijakan WFH diresmikan, maka masyarakat perlu bersiap untuk bekerja di rumah. Sejumlah aplikasi dapat dijadikan andalan pekerja dalam mendukung aktivitas WFH ini untuk komunikasi hingga penyimpanan data.
Beberapa aplikasi digital ini bisa memudahkan pekerja dalam berkoordinasi secara efektif tanpa harus berada di satu lokasi fisik. Selain itu, pekerja juga tetap bisa melakukan rapat virtual, hingga pengelolaan dokumen secara daring.
Baca juga: Lima kiat agar konektivitas tetap lancar saat jalani WFH
Berikut adalah beberapa aplikasi yang bisa menunjang pekerjaan selama WFH:
Zoom
Zoom saat ini masih menjadi platform konferensi video daring paling populer. Zoom memiliki banyak fitur menarik seperti panggilan video (video call), berbagi layar, tanya jawab, chat, dan lainnya.
Aplikasi ini juga dapat digunakan secara gratis bagi siapa saja. Dengan fitur gratis ini, pengguna dapat melakukan sesi rapat daring hingga 40 menit dengan peserta maksimal 100 orang.
Jika membutuhkan fitur yang lebih eksklusif dan lengkap, maka pengguna dapat membayar biaya langganan Rp226 ribu untuk paket Pro dan Rp249 ribu untuk paket Business.
Baca juga: Skema "infrastructure sharing" jaga industri sehat saat kebijakan WFH
Google Meet
Selain Zoom, Google Meet juga menjadi aplikasi konferensi video populer yang bisa digunakan secara gratis. Google Meet memberikan kesempatan pertemuan daring hingga 24 jam lamanya.
Sementara itu, jika peserta lebih dari dua maka durasi yang dapat dicoba selama 60 menit. Aplikasi ini juga terintegrasi dengan layanan Google lain seperti Gmail dan Calendar.
Tanpa harus menginstal aplikasi, Google Meet tetap bisa dijalankan lewat Chrome atau Firefox. Selain itu, rapat sudah terenkripsi real time sehingga aplikasi ini aman terhadap kebocoran data.
Baca juga: Kemkomdigi kawal infrastruktur digital andal dukung kebijakan WFH
Microsoft Teams
Microsoft juga menawarkan aplikasi komunikasi daring yakni Microsoft Teams untuk pengguna misalnya fitur chat, panggilan video dan pengolahan dokumen untuk menunjang pekerja WFH.
Microsoft Teams terintegrasi dengan ekosistem Microsoft 365 sehingga memudahkan pengolahan dokumen secara langsung. Dengan fitur-fitur Microsoft Teams, pekerjaan bisa tetap dilakukan tim tetapi secara daring.
Fitur tagging bisa sangat membantu memudahkan pengguna tetap bergabung dalam obrolan grup yang berlangsung cepat. Fitur ini akan menyorot pesan penting yang bisa dibaca oleh peserta yang terlambat.
Lewat Slack, pengguna dapat melakukan diskusi, pengiriman pesan, file, dan kebutuhan lain dalam satu tempat. Ada dua fitur andalan Slack yakni channel (obrolan grup) dan direct message (pesan langsung).
Aplikasi ini sangat tepat jika tim lebih suka berdiskusi lewat pesan teks dibandingkan video. Selain itu, Slack memungkinkan sebuah tim dapat membuat nama instansinya sendiri.
Misalnya jika nama instansinya adalah Apa Kabar, maka tautan Slack yang dibuat adalah apakabar.slack.com. Fitur ini tentunya membuat obrolan grup terlihat lebih profesional.
Google Drive
Salah satu bagian dari Google selain Google Meet untuk kebutuhan WFH adalah Google Drive. Google Drive dapat menyimpan file foto, dokumen tertulis, video dan lainnya.
Pengguna bisa saling berbagi tugas atau pekerjaan dalam sebuah folder yang dibuat lewat Google Drive. Kapasitas file Google Driver sebesar 15 GB untuk penyimpanan gratis.
Sedangkan jika ingin mendapatkan kapasitas yang lebih besar, pengguna dapat berlangganan sebesar Rp26 ribu/bulan untuk 100 GB, Rp48 ribu/bulan untuk 200 GB, dan lainnya. Proses unggah file ke Google Drive pun tergolong mudah, bisa dilakukan via dekstop maupun handphone.
Baca juga: Aplikasi-aplikasi ini permudah WFH
Pewarta: Farhan Arda Nugraha
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































