Trump tak sebut gencatan senjata dengan Iran telah dilanggar

11 hours ago 4

Washington (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak menyebut gencatan senjata AS-Iran telah dilanggar, menyusul laporan serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial di dekat Selat Hormuz dan infrastruktur minyak di Uni Emirat Arab (UEA).

"(Serangan itu) bukan serangan besar," tutur Trump perihal serangan Iran pada Senin tersebut dalam sebuah sesi wawancara via sambungan telepon dengan ABC News.

Saat ditanya apakah gencatan senjata telah dilanggar, Trump berkata:

"Kami akan memberi tahu Anda. Kapal-kapal sedang bergerak. Anda tahu, kami menggerakkan beberapa kapal semalam -- kapal-kapal besar. Tidak ada serangan. Saya rasa baru-baru ini memang ada beberapa insiden. Saya sedang mencari tahu," katanya menambahkan.

"Saya akan memberi tahu Anda, seperti saya akan memberi tahu semua orang," ujar Trump saat ditanya apa yang akan terjadi jika gencatan senjata dilanggar.

"Kami baru mendengar soal ini, dan kami akan mencari tahu. Hal yang seharusnya terjadi adalah Korea Selatan harus dilibatkan. Kapal yang terkena serangan itu merupakan milik Korea Selatan. Dan, menurut saya, jika Anda memiliki kapal yang terkena serangan, Anda harus segera mengirim sejumlah orang," lanjutnya.

Saat ditanya perihal serangan terhadap UEA, Trump menyampaikan rudal dan drone dari Iran "sebagian besar telah ditembak jatuh."

"Satu berhasil lolos. Kerusakan tidak terlalu parah," ujar presiden AS tersebut.

"Kami mengendalikan (situasi) tersebut. Bagaimanapun caranya, kami menang," klaim Trump, seraya menuturkan bahwa para pemimpin Iran "sebaiknya berharap (gencatan senjata) tetap diberlakukan. Hal terbaik yang dapat terjadi pada mereka adalah kami tetap memberlakukannya."

Sebelumnya pada Senin, Iran dilaporkan menembaki sebuah kapal Korea Selatan di dekat Selat Hormuz dan meluncurkan rudal dan drone ke UEA.

Brad Cooper, pimpinan Komando Pusat (Central Command/CENTCOM) AS, pada Senin menuturkan bahwa pasukan AS telah menenggelamkan enam kapal kecil milik Iran yang menargetkan kapal-kapal sipil di Selat Hormuz serta mencegat beberapa rudal dan drone Iran.

Iran kemudian menolak klaim militer AS yang menyatakan bahwa AS telah menenggelamkan beberapa kapal milik Iran, lapor kantor berita semiresmi Iran, Tasnim, pada Senin dengan mengutip pernyataan seorang pejabat militer senior.

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Teheran dan kota-kota lainnya di Iran, yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu Ali Khamenei, sejumlah komandan senior, serta warga sipil. Iran kemudian merespons dengan gelombang serangan rudal dan drone yang menyasar Israel serta target-target milik AS di seluruh kawasan Timur Tengah, dan memperketat kontrol atas Selat Hormuz.

Gencatan senjata mulai diberlakukan pada 8 April, disusul sejumlah perundingan antara delegasi Iran dan AS di Islamabad yang berakhir tanpa kesepakatan.

Pewarta: Xinhua
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |