Tangsel pertahankan nol kematian akibat Dengue sejak 2023 lewat G1R1J

6 hours ago 5
Dan di tahun ini kita berada pada target 60 persen RW di Tangerang Selatan ini harus tersertifikasi bebas jentik

Jakarta (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Tangerang Selatan (Tangsel) mengatakan pihaknya mempertahankan nol kematian Dengue sejak 2023 melalui tiga kebijakan, yakni pemberdayaan masyarakat, teknologi, serta pengawasan kegiatan secara terpadu, yang dituangkan dalam Gerakan 1 Rumah 1 Juru pemantau jentik (G1R1J)

Kepala Dinkes Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar di Jakarta, Senin, mengatakan ketiga kebijakan tersebut menjadi dasar dari sejumlah strategi, contohnya seperti G1R1J yang skalanya berkembang menjadi RT Bebas Jentik, RW Bebas Jentik, hingga ke tingkat kecamatan, dan pelaksanaannya dipantau terus menerus.

Dalam rangka ASEAN Dengue Day 2026, pihaknya juga memiliki peta jalan 2024-2030 untuk gerakan tersebut agar Tangerang Selatan bebas jentik nyamuk dan Demam Berdarah Dengue (DBD).

"Dan di tahun ini kita berada pada target 60 persen RW di Tangerang Selatan ini harus tersertifikasi bebas jentik," katanya.

Baca juga: Ada 39.672 kasus DBD, Kemenkes serukan deteksi lebih kuat di daerah

Setiap tiga bulan, lanjutnya,dilakukan silent survey bersama para akademisi untuk memantau konsistensi RW dalam menjalankan G1R1J.

Untuk semakin menumbuhkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam gerakan itu, pihaknya berupaya menumbuhkan budaya PSN 3M Plus, yakni menguras dan menutup penampungan air, mendaur ulang barang bekas, menggunakan losion anti nyamuk, memakai pakaian tertutup, memasang kawat kasa pada jendela, menggunakan larvasida, dan bergotong royong menjaga kebersihan lingkungan.

Dia menjelaskan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel terus berkomitmen untuk mendukung gerakan tersebut dan hal tersebut membutuhkan dukungan baik melalui partisipasi masyarakat maupun anggaran.

Terkait anggaran, hal tersebut tidak dibebankan hanya pada sektor kesehatan saja, namun juga ke wilayah melalui forum musyawarah di tingkat kelurahan, kecamatan, hingga kota.

Baca juga: Hadapi lonjakan dengue, Indonesia dorong penguatan kerja sama ASEAN

Dalam kesempatan yang sama, Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Andi Saguni mengatakan Indonesia merupakan negara dengan beban Dengue tertinggi di Asia Tenggara dan secara global.

Andi mengatakan pada 2025 Indonesia mencatat sekitar 161.000 kasus Dengue dengan lebih dari 600 kematian.

"Meskipun jumlah kasus menunjukkan fluktuasi dari tahun ke tahun, kita tidak boleh lengah. Penyakit Dengue sangat dipengaruhi oleh perubahan iklim, kondisi lingkungan, mobilitas penduduk, serta kesiapan sistem kesehatan. Oleh karena itu pendekatan penanggulangannya tidak dapat lagi bersifat reaktif semata, tetapi harus juga semakin preventif, prediktif, dan berkelanjutan," katanya.

Dia berharap kegiatan temu media ASEAN Dengue Day 2026 dapat memperkuat komitmen untuk mencapai nol kematian akibat Dengue pada 2030.

Baca juga: DPR perkuat kolaborasi lawan DBD dengan target 0 persen kematian

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |