Sertakan kucing liar, Selandia Baru perluas rencana Predator Free 2050

2 months ago 24

Wellington (ANTARA) - Selandia Baru menyertakan kucing liar ke dalam daftar target Predator Free 2050 yang bertujuan melindungi satwa liar asli, kata Menteri Konservasi Tama Potaka pada Jumat waktu setempat.

Menyertakan kucing liar dalam target Predator Free 2050 berarti perlindungan yang lebih kuat bagi satwa liar setempat, sarana yang lebih baik bagi masyarakat, dan dampak yang lebih kecil bagi petani, keluarga, dan ekonomi, kata Potaka dalam sebuah pernyataan pemerintah.

"Kucing liar saat ini ditemukan di seluruh Aotearoa Selandia Baru, mulai dari peternakan hingga hutan, dan mereka memberikan tekanan besar pada burung, kelelawar, kadal, dan serangga asli," ujar Potaka.

Dia juga menyatakan bahwa kucing liar menyebarkan toksoplasmosis, yang membahayakan lumba-lumba, memengaruhi manusia, dan menyebabkan kerugian pada ternak.

Kebijakan tersebut menyusul konsultasi publik mengenai strategi Predator Free yang menerima hampir 3.400 masukan, di mana lebih dari 90 persen di antaranya mendukung peningkatan pengelolaan kucing liar, menurut pernyataan itu.

Menambahkan kucing liar ke dalam daftar target Predator Free 2050 akan memungkinkan koordinasi nasional dalam pengendalian kucing liar, membuka pendanaan Predator Free untuk proyek-proyek yang menargetkan kucing liar, meningkatkan penelitian terhadap alat dan teknologi yang efektif dan manusiawi, serta memperkuat upaya perlindungan spesies yang terancam di seluruh negara tersebut, kata pernyataan itu.

Potaka menyebutkan contoh kerusakan yang disebabkan oleh kucing liar, termasuk hilangnya lebih dari 100 kelelawar ekor pendek dalam satu pekan di dekat Ohakune, sebuah kota kecil di North Island, dan hampir punahnya burung dotterel selatan di Stewart Island.

Menteri tersebut menekankan bahwa hewan peliharaan domestik tidak termasuk dalam target, dengan mengatakan bahwa kepemilikan yang bertanggung jawab, sterilisasi (desexing), dan penanaman mikrocip (microchipping) tetap penting. Rincian lebih lanjut akan dijelaskan dalam revisi strategi Predator Free 2050 yang akan dirilis pada Maret 2026.

Pewarta: Xinhua
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |