Tangerang Selatan (ANTARA) - Ikatan Pilot Indonesia (IPI) meminta agar pemerintah dan Komite Nasional Keamanan Penerbangan (KNKP) bisa menjamin keamanan serta keselamatan penerbangan di seluruh kawasan Papua.
Hal tersebut ditekankan IPI kepada seluruh pihak, sebagai respon atas insiden penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) terhadap Pilot pesawat Smart Air Kapten Enggon dengan Kopilot Kapten Baskoro saat mendarat di Lapangan Terbang Korowai dari Tanah Merah, Kabupaten Doven Digoel, Papua Selatan, pada Rabu (11/2).
"Karena itu maka kita mengimbau semua pihak, baik TNI/Polri, masyarakat adat Papua, untuk bisa menjaga keselamatan pilot yang sudah melakukan pelayanan kepada masyarakat," kata Dewan Kehormatan Penerbang IPI Capt. Rama Noya di Tangerang, Kamis.
Ia bilang, bahwa pihaknya dalam hal ini sudah sering mendorong agar keamanan penerbangan khususnya di wilayah Papua untuk dilakukan perbaikan secara menyeluruh oleh semua elemen dan lembaga terkait di Indonesia.
Bahkan, katanya, Ikatan Pilot Indonesia sudah melakukan berbagai kajian terhadap keamanan penerbangan khususnya di daerah dengan resiko keamanan yang tinggi, diantaranya melalui seminar keamanan penerbangan di Jayapura tahun 2022 bersama berbagai stakeholders yang menghasilkan rekomendasi implementasi keamanan penerbangan di Papua.
"Kami juga meminta agar ada penanganan yang lebih serius karena kejadian pembunuhan terhadap pilot ini sangat fatal dan kita tidak ingin ini terjadi lagi," tuturnya.
Baca juga: Kelompok bersenjata tembak pesawat Smart Air, pilot-kopilot tewas
Ia menyebutkan, bahwa moda transportasi khususnya udara ini dinilai menjadi sektor strategis nasional. Dimana, geografis Indonesia sebagai negara
kesatuan dari berbagai pulau membutuhkan moda transportasi udara untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat maupun memenuhi kebutuhan pangan, medis dan roda ekonomi sampai ke penjuru negeri.
Menurut dia, profesi pilot sebagai pengemban tugas tersebut wajib dilindungi oleh negara dalam melakukan setiap tugasnya. Oleh karenanya pihaknya mendesak agar pemerintah bisa menjamin seluruh keamanan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 63 Tahun 2004.
"Kita pilot sipil di sini memberikan pelayanan. Karenanya kita minta bisa dijaga keamanannya dan rekomendasi dari kami juga sudah ada yang dipenuhi oleh pemerintah. Tetapi, masih ada kekurangan," tegas dia.
Sebelumnya, Pilot Kapten Enggon dengan Kopilot Kapten Baskoro pesawat Smart Air tewas ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat mendarat di Lapangan Terbang Korowai dari Tanah Merah, Kabupaten Doven Digoel, Papua Selatan.
Baca juga: TNI-Polri berhasil evakuasi jenazah pilot Smart Air ke Timika
Insiden penembakan pilot dan kopilot yang membawa 13 penumpang tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIT pada Rabu (11/2).
Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Rahmadani menjelaskan, evakuasi kru pesawat Smart Air dijadwalkan akan dilaksanakan pada Kamis (12/2).
Sebelum evakuasi, Tim Satgas Damai Cartenz akan dikirim ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penyelidikan sekaligus mendalami insiden penembakan dimaksud.
Adapun nama penumpang pesawat Smart Air yakni Yance Bemonop, Limu Gurik, Yanduk Kogoya, Turis Magai, Emira Wonda, Kiris (bayi), Dua Lima Kogoya, Inantinus Kahipka, Irfan Kahipka,Samuel Jitmau, Pania Mialim, Topius Kogoya dan Tialongga Kogoya.
Baca juga: IPI kecam aksi penembakan terhadap pilot Smart Air di Papua
Baca juga: Jenazah pilot korban penembakan KKB diterbangkan ke Jakarta hari ini
Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































