Masyarakat Suku Badui wajib jaga hutan lindung guna pelestarian alam

1 hour ago 2
Kita konsisten menjaga hutan lindung juga gunung sebagai titipan leluhur agar tetap lestari dan hijau agar tidak menimbulkan kerusakan lingkungan alam

Lebak (ANTARA) - Masyarakat komunitas Suku Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten wajib untuk menjaga hutan lindung guna pelestarian alam, sehingga tidak menimbulkan bencana ekologis di daerah itu.

"Kita konsisten menjaga hutan lindung juga gunung sebagai titipan leluhur agar tetap lestari dan hijau agar tidak menimbulkan kerusakan lingkungan alam," kata Tetua Adat Badui yang juga Kepala Desa Kanekes Kabupaten Lebak Jaro Oom di Lebak, Kamis.

Selama ini, kawasan hutan lindung atau hutan tutupan di kawasan Badui seluas 3.100 hektare, kondisinya hijau dan lestari, karena dilakukan pengamanan dan dijaga masyarakat adat.

Bahkan, pihaknya juga tidak ditemukan adanya penambang ilegal maupun pelaku penebangan pohon.

Baca juga: HPN 2026 dorong kearifan lokal Badui dikenal hingga mancanegara

"Kami bersama masyarakat adat tentu memiliki tanggung jawab untuk pelestarian alam dengan menjaga hutan lindung itu," katanya.

Menurut dia, bila hutan tutupan tersebut rusak akan berdampak terhadap keberlanjutan kehidupan manusia juga ekosistem lainnya.

Selain itu juga kawasan Badui sebagai hulu Provinsi Banten, karena banyak aliran sungai yang mengalir ke hilir di wilayah Lebak dan Kabupaten Serang.

Oleh karena itu, pemerintah desa setempat melakukan penjagaan di kawasan hutan lindung juga hutan sekitarnya agar tetap lestari dan hijau.

"Kami setiap hari melakukan pengamanan dan penjagaan kawasan hutan dan batas pemukiman hak tanah ulayat adat," katanya.

Sementara itu, Santa (55) warga Badui mengatakan pihaknya kini menjaga kawasan hutan lindung agar hijau dan lestari, sehingga tidak menimbulkan kerusakan alam yang bisa mengakibatkan bencana alam.

Selama ini, kawasan Badui relatif aman dan tidak ditemukan kerusakan hutan tutupan itu.

"Kami sebagai warga Badui memiliki kewajiban untuk menjaga hutan lindung agar jangan sampai kawasan hutan tutupan yang berada di Kaki Gunung Kendeng kondisinya rusak, karena dapat menimbulkan kekeringan, kesulitan air bersih, banjir, dan longsor," kata Santa.

Baca juga: BGN kaji program MBG bagi masyarakat Suku Badui di Lebak

Pewarta: Mansyur suryana
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |