Mendukbangga upayakan TPK yang antar MBG 3B diberi fasilitas motor

2 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN, Wihaji mengupayakan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang mengantarkan Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi sasaran ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (3B) diberikan fasilitas motor.

"Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh pihak. Saat ini koordinasi masih terus dilakukan, termasuk dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Prinsipnya, kami ingin memastikan kebijakan yang diambil benar-benar bermanfaat dan mendukung kerja para pendamping keluarga di lapangan," katanya di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Mendukbangga: Indonesia perlu bangga MBG 3B satu-satunya di dunia

Wihaji menegaskan sejalan dengan program prioritas Presiden, Kemendukbangga/BKKBN mengambil peran strategis dalam menyukseskan MBG, sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG.

"Melalui Perpres 115, TPK bertugas mendistribusikan MBG untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Saat ini sudah lebih dari 6 juta sasaran menerima MBG setiap hari. Ini adalah program yang sangat strategis untuk menurunkan stunting dan memastikan negara hadir langsung di keluarga," paparnya.

Ia menegaskan saat ini Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Indonesia berjumlah 597 ribu, yang membantu menguatkan program-program pembangunan keluarga dari hulu ke hilir, termasuk salah satunya menyukseskan Program MBG.

"Penyuluh KB dan kader di lapangan adalah garda terdepan kita. Mereka yang memastikan gizi sampai ke piring ibu hamil dan balita di pelosok negeri dengan data yang akurat, by name by address (berdasarkan nama dan alamat)," tuturnya.

Kemendukbangga/BKKBN kini hadir dengan pendekatan yang lebih humanis dan solutif melalui lima program prioritas yang menyentuh berbagai lapisan generasi, yakni Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), sebuah kolaborasi lintas sektor untuk memastikan keluarga rentan stunting mendapatkan nutrisi dan pendampingan yang tepat.

Baca juga: Mendukbangga perjuangkan TPK dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

Baca juga: Kemendukbangga jadikan Tim Pendamping Keluarga sebagai penyalur MBG

Kemudian, Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), inisiatif penyediaan tempat penitipan anak terstandardisasi di lembaga pemerintah dan swasta guna mendukung orang tua bekerja tanpa mengesampingkan tumbuh kembang anak, Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) untuk menjawab fenomena fatherless di Indonesia dengan mengoptimalkan peran ayah dalam pengasuhan anak.

Selanjutnya, Lansia Berdaya (Sidaya), yang menghadirkan layanan homecare berbasis komunitas dan akses kesehatan gratis bagi lansia agar tetap produktif dan bermartabat, serta AI-SuperApps Keluarga, sebuah layanan digital terintegrasi yang memudahkan masyarakat melakukan konsultasi problematika keluarga hingga pemantauan kesehatan secara mandiri.

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |