Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Bengkulu Helmi Hasan menyalurkan bantuan Rp370 juta bagi korban tanah longsor di Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat.
"Musibah ini adalah ujian bagi kita semua. Kami datang untuk menguatkan berbagi dan memastikan saudara-saudara kita di sini tidak merasa sendiri," kata Gubernur Bengkulu Helmi Hasan di Bengkulu, Kamis.
Baca juga: Akses jalan penghubung OKU Selatan-Bengkulu normal pascalongsor
Helmi Hasan turun langsung ke lokasi bencana sebagai bentuk kepedulian dan semangat gotong-royong antar-daerah untuk membantu masyarakat yang terdampak longsor agar bisa segera bangkit dari kondisi darurat.
Bantuan dari Pemerintah Provinsi Bengkulu difokuskan pada kebutuhan paling mendesak, yakni penyediaan air bersih bagi warga yang mengalami kesulitan akibat longsor yang merusak sumber air.
Pemprov Bengkulu akan membangun lima unit sumur bor untuk membantu masyarakat mendapatkan akses air bersih sekaligus mendukung pemulihan kebutuhan dasar di wilayah terdampak bencana.
Selain penyediaan air bersih, bantuan juga dialokasikan untuk pembangunan dua rumah ibadah sebagai bagian dari pemulihan fasilitas sosial agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan.
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan bantuan yang diberikan Pemerintah Provinsi Bengkulu kepada warga terdampak longsor.
Baca juga: Akses jalan lintas Bengkulu-Sumatera Selatan tertimbun longsor
Baca juga: Pemprov Bengkulu pasang bronjong atasi longsor jalan lintas kabupaten
"Atas nama masyarakat Bandung Barat kami mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan yang telah disalurkan oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu. Ini sangat membantu kebutuhan pasca-bencana, apalagi masyarakat kami saat ini masih sangat membutuhkan air bersih," kata Jeje Ritchie Ismail.
Dia menyampaikan kekagumannya terhadap gagasan yang dibagikan Helmi Hasan terkait konsep mitigasi bencana dan berharap solidaritas antar-daerah terus terjalin untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak.
Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































