Jakarta (ANTARA) - PT Bank Permata Tbk (Permata Bank) mengantongi laba setelah pajak sebesar Rp3,6 triliun pada akhir tahun 2025, dengan total pendapatan tercatat tumbuh sebesar 3,8 persen menjadi Rp12,6 triliun.
Adapun pendapatan non-bunga Permata Bank tercatat tumbuh signifikan sebesar 34,1 persen menjadi Rp2,6 triliun.
“Di tengah dinamika perekonomian dan industri perbankan Indonesia sepanjang tahun 2025, Permata Bank terus menjaga momentum pertumbuhan dengan tetap disiplin, prudent, dan konsisten menempatkan nasabah sebagai pusat dari setiap rencana dan keputusan,” kata Direktur Utama Permata Bank Meliza M. Rusli dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Per akhir 2025, total aset Permata Bank meningkat sebesar 3,6 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp268,3 triliun.
Penyaluran kredit tumbuh sebesar 5,5 persen yoy menjadi Rp163,3 triliun pada periode yang sama, terutama didorong oleh pertumbuhan dari segmen korporasi yang naik 11,2 persen yoy menjadi Rp99,6 triliun.
Kinerja kredit yang positif disertai dengan kualitas kredit yang tetap terjaga dan sehat dengan rasio NPL gross dan loan at risk (LAR) masing-masing berada pada level 2,1 persen dan 4,3 persen, dibandingkan dengan posisi rasio di 2,1 persen dan 5,5 persen pada periode yang sama tahun lalu.
Dalam menjaga kebutuhan pencadangan atas potensi penurunan kredit secara konservatif, perseroan secara konsisten menjaga rasio-rasio NPL coverage dan LAR coverage yang memadai, masing-masing di level 356 persen dan 171 persen.
Dari sisi pendanaan, perseroan mencatat simpanan nasabah meningkat 3,9 persen yoy menjadi Rp192,8 triliun, terutama didorong oleh pertumbuhan CASA sebesar 20,1 persen.
Rasio CASA Permata Bank pun tercatat naik menjadi 63,9 persen, dibandingkan 55,3 persen pada periode yang sama tahun lalu.
Perseroan juga secara konsisten menjaga tingkat likuiditas di level yang sehat melalui manajemen struktur neraca yang optimal, tercermin dari rasio loan to deposit (LDR) tercatat sebesar 84,5 persen pada akhir tahun 2025.
Di samping itu, rasio likuiditas berdasarkan ketentuan Basel III juga terjaga jauh di atas batas minimum regulasi sebesar 100 persen.
Hingga kuartal keempat tahun 2025, Permata Bank mencatat liquidity coverage ratio (LCR) rata-rata pada level 296,5 persen dan net stable funding ratio (NSFR) pada level 126,8 persen di akhir Desember 2025.
Permata Bank melaporkan, struktur permodalan termasuk rasio CAR dan CET-1 pada akhir 2025 masing-masing sebesar 34,6 persen dan 26,6 persen.
Menurut perseroan, rasio permodalan ini merupakan salah satu yang terkuat di antara bank-bank umum komersial terbesar di Indonesia.
Perseroan menyampaikan, permodalan yang kuat menjadi salah satu kunci utama untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di masa depan, baik secara organik maupun anorganik.
Selanjutnya, perseroan juga mengungkap kinerja unit usaha syariah (UUS) yang melanjutkan kinerja positifnya dengan mencatat laba operasional sebelum provisi sebesar Rp785,3 miliar, tumbuh 8,1 persen yoy.
Pertumbuhan ini didukung dengan pendapatan setelah distribusi bagi hasil yang tumbuh mencapai 6,4 persen yoy dan konsistensi pengendalian biaya dengan baik.
Pada sisi pendanaan, simpanan nasabah UUS Permata Bank mencapai Rp27,0 triliun, didorong oleh pertumbuhan CASA sebesar 13,4 persen yoy.
Hal ini membuat rasio CASA UUS meningkat menjadi 73,6 persen, di atas rata-rata industri perbankan syariah Indonesia.
Perseroan menyampaikan, UUS Permata Bank tetap fokus pada peningkatan pendanaan dana pihak ketiga (DPK), khususnya pendanaan murah yang stabil dengan terus mengembangkan jaringan komunitas syariah di industri perbankan Indonesia.
Baca juga: Permata Bank tengah pelajari pengembangan produk “paylater”
Baca juga: Permata Bank proyeksi perekonomian RI tumbuh 5,2 persen pada 2026
Baca juga: Laba bersih Permata Bank capai Rp2,9 triliun hingga kuartal III 2025
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































