Rompi QRIS di ujung jalan

14 hours ago 6
Di tengah rompi QRIS yang mulai menjadi pemandangan baru di jalanan kota, pertanyaan yang mengemuka bukan sekadar seberapa cepat sistem ini berjalan, tetapi seberapa jauh ia mampu membangun kepercayaan anta

Surabaya (ANTARA) - Di sejumlah ruas jalan Kota Surabaya, Jawa Timur, wajah perparkiran perlahan berubah. Dari praktik tunai yang bertumpu pada kebiasaan lama menuju sistem digital yang menautkan transaksi pada kode QR dan perangkat elektronik.

Juru parkir pun tidak lagi sekadar berdiri dengan peluit dan karcis manual, tetapi mengenakan rompi khusus yang menjadi simpul baru antara ruang jalan dan sistem keuangan daerah.

Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Perhubungan mencatat sedikitnya 926 petugas parkir digital telah terlibat dalam sistem ini hingga pertengahan 2026. Angka tersebut meningkat dari ratusan petugas pada fase awal implementasi. Mereka dibekali rompi beridentitas QRIS, yang memungkinkan pembayaran dilakukan langsung melalui ponsel pengguna jasa parkir.

Transformasi ini tidak berhenti pada aspek teknis. Pada saat yang sama, penataan administratif juga dilakukan dengan cukup ketat. Sebanyak 163 juru parkir diberhentikan karena tidak memperpanjang kartu tanda anggota sejak akhir 2025. Langkah ini menunjukkan bahwa digitalisasi tidak hanya soal teknologi, tetapi juga disiplin tata kelola.

Di lapangan, perubahan ini menghadirkan lanskap baru. Papan informasi digital dipasang di titik parkir, memuat identitas petugas resmi. Di sisi lain, integrasi pembayaran non tunai melalui QRIS, uang elektronik, hingga voucher parkir mulai diperluas. Surabaya menempatkan dirinya sebagai salah satu kota yang mendorong standardisasi layanan parkir berbasis digital secara sistematis.

Namun transformasi ini tidak berjalan tanpa gesekan. Adaptasi terhadap teknologi di tingkat petugas maupun masyarakat berlangsung bertahap. Pada titik inilah digitalisasi parkir bukan hanya proyek teknis, tetapi juga proses sosial yang mengubah kebiasaan lama yang telah mengakar puluhan tahun.

Baca juga: Antara karcis dan kode QR

Pendapatan daerah

Di balik perubahan sistem tersebut, terdapat tujuan yang lebih strategis yaitu memperkuat pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus menutup kebocoran retribusi parkir. Pemerintah kota mencatat pendapatan parkir pada 2025 berada di kisaran 25 miliar rupiah. Setelah penerapan sistem digital berjalan, terdapat kenaikan sekitar 10 persen dalam beberapa bulan implementasi awal.

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |