Jakarta (ANTARA) - Program regenerasi atlet yang dijalankan Komite Paralimpiade Nasional (National Paralympic Committee/NPC) Indonesia program pemusatan latihan nasional jangka panjang Kementerian Pemuda dan Olahraga menjadi modal utama menuju prestasi Paralimpiade 2028.
Wakil Sekretaris Jenderal NPC Indonesia Rima Ferdianto dalam konferensi pers yang dipantau secara daring di Jakarta, Sabtu, menyatakan sinergi tersebut menjadi fondasi pembinaan berjenjang dari usia dini hingga level elite internasional.
“Program pencarian bibit atlet dari NPC, dan program jangka panjang dari Kemenpora, kita mix untuk proyeksikan ke Paralimpiade 2028,” kata Rima.
Baca juga: Debut di APG, Teodora Audi persembahkan emas untuk orang tua
Ia menjelaskan bahwa melalui program regenerasi 2025, NPC telah menjaring sekitar 3.000 bibit atlet remaja dari 35 provinsi di Indonesia.
“Program regenerasi 2025 kemarin, dari 35 provinsi telah didapatkan 3.000 bibit atlet remaja,” ujarnya.
Dari ribuan bibit tersebut, NPC mengidentifikasi atlet dengan kategori sangat berbakat yang langsung diproyeksikan ke level kompetisi lebih tinggi, termasuk Asian Para Games.
Ia mencontohkan hasil konkret dari integrasi program tersebut, salah satunya atlet angkat berat yang baru masuk pelatnas pada Desember namun mampu langsung meraih medali emas di ASEAN Para Games 2025 Thailand.
Rima menegaskan bahwa penggabungan program NPC dan Kemenpora ditujukan untuk mempercepat regenerasi atlet, khususnya sebagai pengganti atlet senior yang mendekati akhir masa kompetitif.
Baca juga: Usai ASEAN Para Games, atlet langsung dipersiapkan untuk Paralimpiade
Ke depan, NPC akan memprioritaskan atlet yang memiliki status berpotensi medali pada Asian Para Games dan Paralimpiade untuk mendapatkan pembinaan lanjutan melalui pelatnas berkelanjutan.
Ia menambahkan bahwa ASEAN Para Games tetap ditempatkan sebagai tahap awal pembinaan internasional, meskipun masih terdapat catatan terkait penerapan regulasi oleh tuan rumah.
“ASEAN Para Games 2025 yang menjadi level para games paling bawah di Asia Tenggara ini kita jadikan batu loncatan untuk lebih baik lagi,” kata Rima.
Per 23 Januari 2026 atau penyelenggaraan ASEAN Para Games 2025 hari ketiga, kontingen Indonesia telah mengumpulkan 69 emas, 76 perak, dan 69 perunggu. Pertandingan masih menyisakan dua hari lagi menjelang penutupan dengan 205 nomor pertandingan yang diikuti oleh atlet Indonesia.
Baca juga: Indonesia raih 69 emas, para renang-atletik kontributor terbanyak
Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































