Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menargetkan program revitalisasi satuan pendidikan terhadap seluruh sekolah yang membutuhkan selesai pada tahun 2029.
“Tahun ini kita telah perbaiki lebih dari 71.744 sekolah, tahun lalu 17.000. Tahun depan target kita 100.000, tahun 2028, 100.000 sekolah dan tahun 2029, semua sekolah di Indonesia, SD, SMP, SMA, SMK, termasuk pesantren harus selesai renovasi,” katanya dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPD RI dan DPR RI Tahun 2026 di Gedung MPR/DPR RI di Senayan, Jakarta, Jumat.
Prabowo menambahkan penyelesaian program revitalisasi satuan pendidikan itu juga meliputi wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), seperti di Pulau Miangas, Kabupaten Talaud, Provinsi Sulawesi Utara.
Baca juga: DPR prioritaskan daerah 3T dalam pengawasan revitalisasi sekolah
“Bahkan, di pulau yang paling terluar, yang paling terpencil, Pulau Miangas, kita sudah perbaiki sekolah di Miangas, dan sekarang sudah ada satgas khusus untuk pulau-pulau terluar dan terpencil. Di Sabang, di pulau paling barat Indonesia, di Merauke, dan di seluruh Indonesia," ujarnya.
Untuk mengatasi kondisi itu, Presiden menekankan program revitalisasi seluruh satuan pendidikan terus dipercepat pada tahun 2027 dan 2028.
Ia memasang target tinggi agar program tersebut dapat selesai paling lambat pada tahun 2029. “Ini adalah program renovasi sekolah terbesar dalam sejarah kita. Kita harus berani memasang target yang tinggi,” imbuh Presiden.
Di tahun 2029, Prabowo menginginkan tidak ada lagi laporan ataupun cerita mengenai kondisi kelas yang rusak maupun sekolah yang roboh.
"Semua sekolah harus berada dalam kondisi baik, aman, bersih, layak untuk belajar. Semua sekolah harus punya kamar kecil yang layak," ujar Prabowo.
Pada kesempatan berbeda, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti mengatakan pihaknya sudah meminta alokasi anggaran kepada Kementerian Keuangan guna mendukung target Presiden tersebut.
Baca juga: Kemendikdasmen: Revitalisasi tembus pulau terluar setelah 21 tahun
Baca juga: Kemendikdasmen gandeng universitas awasi revitalisasi sekolah
“Anggarannya masih kami mintakan kepada Kementerian Keuangan agar ada penambahan di tahun 2027,” kata Mu'ti seusai Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Kompleks Parlemen Jakarta.
Adapun wilayah satuan pendidikan yang akan menerima program revitalisasi tersebut mencakup seluruh Indonesia.
“Tapi, yang 2025, 2026, yang sudah sama Pak Presiden insya Allah sudah bisa selesai, sehingga tahun 2027, kita usahakan untuk dapat bisa dianggarkan untuk 100 ribu satuan pendidikan ya, mudah-mudahan. Tapi, ini masih kita usulkan kembali kepada Menteri Keuangan,” kata Mu'ti.
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































