Jakarta (ANTARA) - iQOO memastikan Neo 11 Ultra akan menjadi ponsel pertama di dunia yang menggunakan chipset khusus MediaTek Dimensity 9500M yang dikembangkan perusahaan bersama MediaTek dan menjadi salah satu fitur utama yang ditawarkan pada ponsel terbaru itu.
Dilansir dari laporan Gizmochina pada Kamis (13/8) waktu setempat, iQOO Neo 11 Ultra dijadwalkan meluncur di China pada 18 Agustus 2026. Ponsel tersebut saat ini sudah dapat dipesan di pasar China bersamaan dengan iQOO Z11S.
Dimensity 9500M dibuat menggunakan proses manufaktur 3 nanometer dan mengusung desain CPU yang seluruhnya menggunakan inti berperforma tinggi.
iQOO mengatakan chipset tersebut telah dioptimalkan secara khusus untuk Neo 11 Ultra. Prosesor itu juga dibekali Monster Super Core Engine generasi terbaru yang terintegrasi langsung di chipset.
Baca juga: iQOO diam-diam rilis tablet Pad 5c dibekali baterai 10000 mAh
Menurut iQOO, teknologi tersebut memungkinkan Neo 11 Ultra menghasilkan performa lebih tinggi sekaligus menjaga penggunaan daya tetap efisien.
Selain chipset, iQOO juga memberikan perhatian pada sektor layar. Neo 11 Ultra akan menggunakan panel beresolusi 2K yang dirancang untuk memberikan kenyamanan lebih bagi mata.
Layar tersebut diklaim menghasilkan kurang dari 5 persen cahaya biru yang berpotensi mengganggu mata. Ponsel ini juga mendukung teknologi Circular Polarized Light 2.0 yang disebut mampu membuat tampilan warna lebih natural sekaligus mengurangi ketegangan mata selama penggunaan.
Dari sisi desain, iQOO Neo 11 Ultra menggunakan rangka berbahan logam dengan lapisan matte. Ketebalan bodinya mencapai 9,13 mm.
Bagian belakang ponsel juga membawa efek cahaya 3D flowing light yang memberikan tampilan visual yang berubah mengikuti pantulan cahaya.
Baca juga: iQOO diyakini kembangkan tablet "gaming" berukuran ringkas
Baca juga: iQOO Z11i mulai diperkenalkan, simak bocoran spesifikasinya
Baca juga: iQOO Z11 series meluncur di Indonesia tawarkan baterai super 9020 mAh
Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































