Indonesia ekspor 1.000 ton beras ke Malaysia jadi kado HUT Ke-81 RI

1 hour ago 2

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan Indonesia mengekspor 1.000 ton beras ke Malaysia sebagai kado menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia setelah berhasil mencapai swasembada beras nasional.

“Dulu kita pernah ekspor ke Palestina, ke Mesir. Nah sekarang kita ekspor ke Malaysia,” kata Mentan usai menyaksikan penandatangan kesepakatan ekspor antara Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dengan General Manager Padi dan Beras Borneo Sdn Bhd, Jumaat bin Ibrahim di Jakarta, Jumat malam.

Amran mengatakan ekspor beras ke Malaysia menjadi kabar baik bagi Indonesia sekaligus bukti produksi pangan nasional kini tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga memiliki ruang untuk memasok pasar internasional.

Hal itu juga menjadi sejarah baru dalam hubungan perberasan Indonesia dan Malaysia. Terlebih, kedua negara merupakan bangsa serumpun yang memiliki kedekatan geografis, historis, dan budaya.

Menurutnya ekspor tersebut dilakukan setelah pemerintah memastikan ketersediaan beras nasional dalam kondisi aman. Hingga saat ini, stok beras yang berada di Bulog mencapai 5,2 juta ton. Pemerintah bahkan telah menyiapkan tambahan kapasitas penyimpanan karena produksi nasional berada pada posisi yang kuat.

“Di mana kita sudah swasembada beras, stok kita 5,2 juta ton sampai dengan hari ini. Bahkan kita sudah sewa gudang, 2 juta ton kita surplus,” katanya.

Amran menegaskan ekspor dilakukan secara terukur dan bertahap. Untuk tahap awal, Indonesia akan mengirim 1.000 ton beras premium ke Malaysia. Selanjutnya, jumlah tersebut berpotensi ditingkatkan hingga 200.000 ton per tahun untuk memenuhi kebutuhan beras di Sarawak.

“Kalau ekspor ini kalau bisa minggu ini diberangkatkan 1.000 ton secara bertahap karena kebutuhan Sarawak saja 200.000 ton. Dan untuk satu Malaysia 1,5 sampai 1,7 juta ton per tahun,” ucap Amran.

Kerja sama tersebut juga telah dibicarakan langsung dengan Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia, Datuk Seri Mohamad Sabu. Mentan Amran mengatakan pihak Malaysia memberikan apresiasi dan membuka peluang peningkatan volume ekspor beras dari Indonesia.

“Baru saja kami bicara dengan Menteri Pertanian Malaysia, Bapak Datuk Seri Mohamad Sabu. Beliau mengapresiasi dan beliau akan mempercepat dan memperbanyak ekspor dari Indonesia ke Malaysia,” katanya.

Dari sisi nilai ekonomi, harga beras yang disepakati berada di kisaran 3,9 Ringgit Malaysia atau sekitar Rp17.000 per kilogram. Dengan potensi ekspor 200.000 ton, nilai perdagangan beras tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp3,39 triliun.

Amran menegaskan, terbukanya pasar ekspor bukan hanya soal perdagangan antarnegara, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan petani. Beras yang diekspor dipastikan dengan kualitas baik.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh petani, penyuluh pertanian, TNI, Polri, pemerintah daerah, kementerian/lembaga, BUMN, hingga masyarakat yang bersama-sama mendorong peningkatan produksi pangan nasional.

“Ini bukan kerja saya, kerja kita bersama sebagai anak bangsa,” ujarnya.

Menurutnya, capaian tersebut juga tidak terlepas dari dukungan Presiden Prabowo Subianto melalui berbagai kebijakan penguatan pangan nasional.

“Terima kasih juga yang mengapresiasi, terutama Bapak Presiden yang mensupport ini semua atas kebijakan Bapak Presiden sehingga kita bisa lakukan hari ini,” katanya.

Baca juga: Mentan: Penyaluran beras bentuk perhatian pemerintah

Sementara itu General Manager Padi dan Beras Borneo Sdn Bhd, Jumaat bin Ibrahim, mengatakan pengiriman 1.000 ton pertama tersebut menjadi langkah awal untuk memperkenalkan beras Indonesia di pasar Sarawak.

Ia menyebut kebutuhan beras di Sarawak mencapai sekitar 200.000 ton per tahun, sedangkan kebutuhan Malaysia secara keseluruhan mencapai lebih dari 1,5 juta ton per tahun.

"Dan ini kita akan usahakan dengan cara promosi di mana 1.000 ton yang pertama itu sebagai langkah promosi kita untuk mempromosikan beras-beras Indonesia ke Sarawak khasnya dan Malaysia,” ujar Jumaat.

Jumaat menilai kerja sama tersebut bukan semata-mata hubungan bisnis, tetapi juga menjadi momentum mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Malaysia yang memiliki kedekatan budaya dan sejarah sebagai satu rumpun.

“Bukan hanya untuk secara bisnis, tapi ini adalah satu kata orang menyambung silaturahmi,” katanya.

Ia menambahkan, pengiriman perdana 1.000 ton tersebut rencananya menggunakan jalur perbatasan Entikong, Kalimantan Barat, sebagai simbol kedekatan geografis antara Sarawak dan Kalimantan Barat.

Dengan pengiriman perdana tersebut, Indonesia dan Malaysia membuka babak baru kerja sama perdagangan beras.

Bagi Indonesia, ekspor menjadi penanda bahwa kekuatan produksi nasional mulai mampu memberikan manfaat tidak hanya melalui pemenuhan kebutuhan pangan dalam negeri, tetapi juga melalui perluasan pasar dan peningkatan nilai ekonomi bagi petani.

Baca juga: Menteri Pertanian motivasi mahasiswa USU raih kesuksesan

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |