Polairud evakuasi delapan korban tenggelamnya longboat di Obi

1 week ago 8

Ternate (ANTARA) - Polairud Marnit Pulau Obi Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara (Malut) menyelamatkan delapan orang dari musibah tenggelamnya longboat di perairan Pulau Obi sejak Rabu (21/1).

Kabid Humas Polda Malut Kombes Pol. Wahyu Istanto Bram W dihubungi dari Ternate, Sabtu, mengatakan personel Polairud Marnit Obi pertama kali melihat perahu panjang bernama "Do'a Istriku" dalam kondisi tenggelam sekitar pukul 16.10 WIT.

Dia mengatakan langkah awal penyelamatan segera dilakukan dengan mengerahkan longboat dan kapal patroli KP.XXX 1007 menuju lokasi kejadian.

Dalam proses evakuasi, kata dia, tim gabungan membangun sinergi dengan elemen masyarakat dan kapal komersial di sekitar lokasi kejadian itu.

Kapal TB. Seroja Hercules membantu mengevakuasi tujuh korban, sementara satu korban lainnya berhasil diselamatkan oleh perahu nelayan.

Upaya penyelamatan kemudian difokuskan pada pengangkatan longboat yang tenggelam.

Kapal TB. Harmony berhasil menarik longboat ke perairan dangkal Pantai Mala-Mala, dan dengan bantuan perahu masyarakat serta SB. Trimegah Patrol 01 milik PT. Harita, longboat berhasil dibawa ke darat.

Kabid Humas mengatakan kronologis pada pukul 17.30 WIT, seluruh proses evakuasi dinyatakan selesai di bawah koordinasi Polairud Marnit Obi.

Kedelapan korban selamat, yang seluruhnya merupakan anak buah kapal (ABK) dari KM. Cinta Umroh, kemudian diangkut menggunakan SB. GPS 05 milik PT. Harita untuk kembali ke kapal induk mereka di Kepulauan Mala-Mala.

Berdasarkan analisis awal Polairud Marnit Obi, kecelakaan ini diduga disebabkan oleh kombinasi faktor teknis dan alam yakni mesin longboat yang mati, kelebihan muatan, serta kondisi cuaca buruk dengan ombak besar di perairan Desa Kawasi, Obi.

Kabid Humas mengimbau masyarakat, khususnya pengguna transportasi laut agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan melengkapi diri dengan alat keselamatan sebelum berlayar serta memastikan kondisi kapal dengan baik.

"Keselamatan adalah hal utama. Kami mengajak masyarakat untuk tidak memaksakan perjalanan laut apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan," tegasnya.

Kejadian ini kembali mengingatkan pentingnya keselamatan pelayaran, khususnya dalam memperhatikan kapasitas muatan dan kondisi cuaca sebelum berlayar.

Baca juga: Longboat rute Babang–Piga Raja tenggelam dihantam gelombang

Baca juga: Basarnas lanjutkan pencarian korban longboat Tenggelam di Halsel

Baca juga: Tim SAR selamatkan empat penumpang "longboat" mati mesin di KKT

Pewarta: Abdul Fatah
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |